Layanan Tokopedia NOW! Ditutup Per Hari Ini, GOTO Ungkap Alasan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Platform niaga cepat (quick commerce) Tokopedia NOW! akan menutup layanannya mulai Senin (15/7/2024). Hal tersebut diumumkan melalui notifikasi di aplikasi lokapasar (marketplace) Tokopedia.
"Tokopedia NOW! izin pamitan ya. Kamu masih bisa belanja sampai hari terakhir operasional 15 Juli," bunyi pengumuman saat membuka fitur tersebut di aplikasi Tokopedia pada Senin (15/7/2024).
Diluncurkan pada November 2021, Tokopedia NOW! membantu para pengguna untuk mendapatkan produk kebutuhan pokok yang bisa dikirim dalam waktu cepat, mulai dari satu jam, terjadwal di hari yang sama, atau pengiriman konvensional setelah pembayaran berhasil dilakukan.
Baca Juga
Head of Corporate Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Sinta Setyaningsih mengatakan, penutupan Tokopedia NOW! merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan setelah dekonsolidasi Tokopedia. Seperti diketahui, sebanyak 75% saham platform lokapasar tersebut dijual oleh GOTO ke ByteDance, induk TikTok.
"Sebagai bagian dari kajian bisnis secara menyeluruh pascadekonsolidasi Tokopedia, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis Tokopedia NOW!," ujar Shinta ketika dihubungi oleh Investortrust pada Senin (15/7/2024).
Sinta menyebut, perseroan tetap akan menyediakan layanan niaga cepat melalui layanan GoMart yang tersedia di aplikasi Gojek dengan dukungan mitra pengemudi Gojek. Mereka akan membelanjakan barang pesanan di toko terdekat yang sudah bekerja sama dan mengantarkannya dalam waktu kurang lebih satu jam.
"GoTo terus berkomitmen untuk menyediakan dan memperkuat layanan on-demand grocery untuk konsumen kami melalui GoMart yang tersedia di aplikasi Gojek," ujar Sinta.
Baca Juga
Penutupan layanan Tokopedia NOW! bukan hal yang mengejutkan. Karena memang platform niaga cepat yang beroperasi di Indonesia menghadapi tantangan besar.
Tipisnya margin keuntungan, komisi rendah, biaya operasional tinggi untuk memperkuat jaringan rantai pasok menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh platform tersebut. Kemudian menurut survei yang dilakukan oleh konsultan bisnis Redseer pada Maret 2024, pengguna quick commerce di Indonesia sebagian besar hanya mengincar diskon, alih-alih menjadi pengguna setia.

