Menperin: Industri Alat Angkut Sumbang 7,63% ke PDB, Sektor Otomotif Terbesar
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kontribusi industri alat angkut sebagai pengerak utama pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri pada 2023 sebesar 7,63%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sektor industri secara keseluruhan.
Adapun pada 2023, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%, sementara sektor industri juga tumbuh meskipun di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu 4,69%.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Juni 2024 Naik 6,3%, Merek Ini Laku Keras
Plt Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika saat membacakan sambutan dari Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita yang berhalangan hadir pada Diskusi antara Forum Wartawan Industri dan Kementerian Perindustrian dengan tema "Solusi Mengatasi Stagnasi Pasar Mobil" di Ruang Rajawali, Kementerian Perindustrian, Rabu, (10/7/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Hal tersebut diungkapkan Menperin Agus dalam kata sambutannya yang diwakili oleh Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Putu Juli Ardika dalam diskusi yang digelar oleh Forum Wartawan Industri (Forwin).
"Pertumbuhan industri alat angkut tidak terlepas dari kontribusi sektor otomotif. Selama tahun 2023, sektor kendaraan roda dua mencapai penjualan domestik sebesar 6,2 juta unit dan ekspor sebesar 570 ribu unit," ucapnya yang dibacakan Dirjen Putu, Rabu (10/7/2024).
"Sementara sektor kendaraan roda empat mencapai penjualan domestik sebesar 1 juta unit dan ekspor sebesar 505 ribu unit untuk CBU (Completely Built Up) dan 65 ribu unit untuk CKD (Completely Knock Down)," tambahnya.
Baca Juga
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri Otomotif Menuju Netralitas Karbon
Selain itu, Menperin Agus juga menyebutkan, saat ini kondisi sektor industri di Indonesia menunjukkan optimisme dan perbaikan di seluruh sektor industri. Hal ini dapat dilihat dari nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juni 2024 sebesar 52,5 poin, sementara nilai Purchasing Manager Index (PMI) pada bulan yang sama sebesar 50,7 poin.
"Angka ini menunjukkan bahwa nilai PMI Indonesia berada di atas 50 atau dalam kondisi ekspansif selama 34 bulan berturut-turut, yang dapat dijadikan barometer bahwa sektor industri telah memasuki tahap ekspansif," tandas Menperin Agus.

