Ini Dampak Serangan Ransomware ke Pusat Data Nasional terhadap Sektor Pariwisata RI
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 tidak berdampak pada layanan kepariwisataan.
Sandiaga menyebut seluruh layanan publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tetap berjalan sebagaimana mestinya. Walaupun demikian, dia tidak menampik bahwa serangan ransomware terhadap PDNS 2 ikut mengganggu aktivitas pariwisata di dalam negeri, khususnya kedatangan wisatawan mancanegara.
Seperti diketahui, serangan ransomware terhadap PDNS 2 berhasil melumpuhkan layanan publik dari 282 instansi pemerintah, termasuk layanan keimigrasian dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
“(Kunjungan) wisman (wisatawan mancanegara) per hari ini terlalu terlibat, belum terlalu bisa kita lihat (dampaknya), tetapi ini harus ditangani segera dan harus ditangani dengan narasi yang cepat,” katanya ketika ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2024).
Baca Juga
Menko Polhukam Pastikan Layanan Publik Terdampak Serangan Ransomware Pulih Bulan Ini
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tak menampik kalau serangan ransomware terhadap PDNS 2 akan membuat wisatawan asing mempertimbangkan kunjungannya ke Indonesia. Sebab, tidak menutup kemungkinan data pribadi mereka bocor apabila terjadi insiden seperti yang terjadi di PDNS 2 di kemudian hari.
“Harus ditangani dengan narasi yang cepat kepada luar negeri bahwa Indonesia menaruh suatu prioritas dalam penanganan ini dan ditangani dengan resources (sumber daya) yang cukup dan prioritas atau mendapatkan perhatian dari pimpinan tertinggi (negara),” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan dampak serangan ransomware terhadap PDNS 2 belum bisa dilihat dalam waktu dekat. Pihaknya masih harus menunggu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kunjungan wisatawan sepanjang Juni 2024.
“Kejadiannya kan baru kemarin, belum bisa kita lihat. Tetapi menurut kami, (Direktorat Jenderal/Dirjen) Imigrasi (Kementerian Hukum dan HAM/Kemenkumham) begitu cepat mengendalikan situasi ini,” katanya.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Kena Serangan Siber Gegara Password Bobol, Ini Kata Menkopolhukam
Senada dengan yang disampaikan Sandiaga, Nia menyebut masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pascaserangan ransomware terhadap PDNS 2. Pekerjaan rumah yang dimaksud adalah mengembalikan citra Indonesia yang tercoreng akibat insiden tersebut.
Terkait layanan keimigrasian, sebelumnya, Dirjen Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim layanan keimigrasian sudah pulih sepenuhnya pada Jumat (28/6/2024). Layanan tersebut dipulihkan bertahap setelah dilakukan migrasi data cadangan (backup) ke Amazon Web Services (AWS).
"Hari ini kita sudah memastikan seluruh layanan keimigrasian dari perlintasan, kemudian visa online, izin tinggal, dan paspor sudah recover 100 persen," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2024).
Silmy menjelaskan ada 431 layanan paspor di Indonesia dan 152 di luar negeri yang berhasil dipulihkan pascaserangan ransomware ke PDNS 2. Pemulihan layanan paspor membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan dengan layanan keimigrasian lainnya.
“Total ada 431 layanan di seluruh Indonesia dan 151 itu ada di luar negeri, di layanan paspor. Makanya paspor itu yang paling terakhir recover (pulih). Karena satu per satu harus dilakukan setting (pengaturan) ulang," ucap Silmy.
Walaupun demikian, Silmy tak menampik bahwa masih ada gangguan setelah pemulihan layanan keimigrasian berhasil dilakukan. Sebab, layanan masih belum stabil lantaran masih dalam tahap penyesuaian.
"Nah, hari ini alhamdulillah sudah berhasil di-recover (dipulihkan) 100%. Walaupun, tentu kita pasti masih ada satu, dua, yang mungkin ada gangguan sedikit-sedikit, menunggu kestabilan tetapi sudah recover (pulih),” imbuhnya.

