Akuisisi Saham Vale, Luhut Langsung Bahas Hilirisasi Nikel ke Eropa dan AS
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyambut gembira akuisisi saham PT Vale Indonesia (INCO) oleh PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID). Menurutnya, hal ini langkah penting dalam program hilirisasi nikel yang sedang digenjot pemerintah Indonesia.
Holding BUMN tambang RI itu baru saja mengakuisisi 14% saham INCO pada Senin (26/02/2024) dengan harga Rp 3.050 per unit. Dengan demikian, MIND ID kini memegang 34% saham INCO dan menjadi pemilik mayoritas, karena sebelumnya mereka telah memiliki 20% saham di perusahaan tersebut.
“Hal ini juga menjadi pertanda penting dalam program hilirisasi nikel Indonesia ke depannya. Ini terutama untuk menyuplai kebutuhan nikel ke pasar Eropa dan Amerika Serikat,” kata Luhut di Pullman Hotel, Jakarta, Senin (26/02/2024).
Baca Juga
Akhirnya, MIND ID Kuasai Saham Vale, Erick Thohir: Momentum Bersejarah
Negosiasi dengan Otoritas AS
Lebih lanjut Luhut menyampaikan, perwakilan Indonesia telah melakukan negosiasi dengan pihak otoritas AS terkait kebijakan Inflation Reduction Act (IRA) atau pengurangan inflasi, yang memberi insentif pembelian mobil listrik dengan kriteria tententu. IRA disinyalir bisa menghambat langkah Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok kendaraan listrik di pasar global. Sebab, nikel di Indonesia belum masuk ke dalam kriteria IRA.
Ia berharap hal tersebut bisa segera dituntaskan, agar ekspor nikel Indonesia bisa semakin masif. “Kita berharap itu akan bisa kita tuntaskan dalam beberapa waktu ke depan. Tentu akan terhambat, karena pilpres AS juga ada di sana. Jadi, mungkin kita harus menunggu sampai pilpres Amerika bulan November selesai, baru kita bisa tuntaskan,” ujar Luhut.
Baca Juga
Perjanjian Divestasi Rampung, Vale Harap IUPK Cepat Diperpanjang
Untuk saat ini, Luhut menekankan akan menggeber program hilirisasi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo. Apalagi, program tersebut bisa membuka lapangan kerja juga bagi masyarakat.
“Meskipun sudah dikelola dengan baik ESG-nya, namun saya lihat program hilirisasinya masih jauh dari yang lain, dan ini perlu ditindaklanjuti. Di sisi lain, saya kira itu kan menciptakan lapangan kerja,” tandas dia.

