KKP Akui Sulit Ungkap Mafia Penyelundupan BBL, Ternyata Ini Penyebabnya!
JAKARTA, investortrust.id – Penyelundupan benih bening lobster (BBL) masih menjadi masalah yang kerap dihadapi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Banyak kesulitan yang ditemui untuk membongkar kasus ini hingga pengepul atau mafianya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono mengatakan, selama ini, kurir yang ditangkap KKP tidak mau membongkar oknum di balik penyelundupan BBL yang dilakukan.
Baca Juga
KKP Blak-blakan Ungkap Penyebab Ikan Indonesia Sulit Tembus Pasar Eropa
"Dalam hal penyidikan, kita kembangkan siapa yang pemodalnya. Berbagai upaya dilakukan untuk menangkap pemodalnya, namun kurir ini tidak mau membuka. Jadi, mereka sudah didoktrin berhenti di kamu, kalau ada apa-apa berhenti di kamu. Dengan mental yang hebat itu, kita berusaha membongkar ke belakang agak kesulitan," ," ucap Pung dalam konferensi persnya di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2024).
Meski demikian, anak buah Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono ini mengaku memiliki sejumlah cara untuk melacak oknum di balik kurir-kurir yang ditangkap dalam penyelundupan BBL. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi.
"Kita punya strategi bagaimana membongkar tersebut apa dari telepon genggam. Kita Bisa melacak dari handphone tersebut komunikasi ke mana saja. Teknologi tersebut kami miliki untuk lakukan tindakan penyidikan," terang Pung.
Baca Juga
KKP: Ekspor Hasil Perikanan Kuartal I 2024 Capahi Rp 23,6 Triliun
Selain itu, Pung menjelaskan, KKP terus berkoordinasi dengan Malaysia dan Singapura sebagai negara transit sebelum BBL tersebut disalurkan ke Vietnam secara ilegal.
"Kita sudah bekerja sama dengan pemerintah Malaysia dan Singapura. Bahkan, dari Singapura hadir pangkalan PSKDP Batam sepakat penyelundupan dihentikan yang lewat laut," terangnya.

