Multifinance Sulit Menyalurkan Pembiayaan Mobil Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui, perusahaan-perusahaan pembiayaan (multifinance) di Tanah Air masih kesulitan menyalurkan pembiayaan untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV), khususnya mobil listrik.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, kondisi itu antara lain terjadi karena konsumen cenderung memilih kendaraan dengan nilai jual kembali (resale value) yang tinggi.
Baca Juga
Aturan Baru! Mobil Listrik Impor Kini Bebas Pajak Barang Mewah
"Mengingat baru berkembangnya produk EV, saat ini pasar mobil bekas EV belum terlalu matang sehingga terdapat kesulitan dalam standardisasi harga mobil EV bekas," ujar Agusman dalam ketarangan resmi, baru-baru ini.
Di sisi lain, kata Agusman, estimasi nilai jaminan mobil EV juga lebih kompleks karena komponen harga baterainya sangat signifikan.
Meski demikian, Agusman meyakini perusahaan pembiayaan akan semakin berperan aktif dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor kendaraan listrik.
Baca Juga
"Dengan mempertimbangkan berbagai insentif yang diberikan pemerintah dalam pengembangan pasar mobil EV, baik di pasar primer maupun pasar sekunder, OJK meyakini perusahaan pembiayaan akan semakin berperan aktif menyalurkan pembiayaan kepada sektor EV," papar dia.

