Beroperasi di Indonesia, Starlink Siap Gabung APJII
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) memastikan PT Starlink Services Indonesia selaku entitas bisnis Starlink di Indonesia akan bergabung menjadi anggota.
Menurut Ketua Umum APJII Muhammad Arif, Starlink akan bergabung bersama dengan 1.044 penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) anggota APJII dalam waktu dekat. Starlink dapat bergabung dengan asosiasi karena sudah menghadirkan layanan untuk pengguna akhir atau ritel di Tanah Air
"Segera (bergabung dengan APJII), seharusnya sudah mengurus (keanggotaan), lagi on process. Mungkin bulan depan sudah jadi anggota," katanya ketika ditemui di Menara Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2024).
Menurut Arif, kehadiran Starlink dengan teknologi mutakhirnya merupakan sebuah keniscayaan. Dengan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit), mereka dapat memberikan layanan internet yang berkualitas baik ke pengguna yang berada di wilayah terpencil.
Arif menyebut kelebihan yang dimiliki Starlink sudah seharusnya dimanfaatkan oleh penyedia layanan internet di Indonesia, khususnya anggota APJII untuk memperluas wilayah cakupan dan kualitas koneksinya. Tentu saja, melalui kerja sama dengan berbagai skema.
"Kalau mereka punya layanan yang baik, dibuat cara-cara bekerjasama, baik itu dijual kembali atau reseller atau B2B (Business-to-Business), itu terserah masing-masing perusahaan. Yang jelas ada ruang untuk kerjasama dan jual secara ritel atau langsung," tuturnya.
Sebagai catatan, APJII pada 22 April 2024 telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) kerja sama dengan Starlink Service Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, penyedia layanan internet anggota APJII dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanannya.
Sementara itu, Starlink juga dapat memanfaatkan jaringan yang sudah terbangun untuk mencapai lebih banyak pengguna di seluruh Indonesia. Harapannya, akan terjadi percepatan akses internet lokal dan peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan bagi pengguna internet di Indonesia.
Baca Juga
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai kehadiran Starlink bakal membantu layanan publik, khususnya Kesehatan dan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Dengan adanya Starlink komunikasi kita di daerah terpencil itu akan sangat bagus. Jadi, nanti masalah kesehatan dan pendidikan akan sangat-sangat banyak terbantu,” katanya usai Konferensi Pers Ekspedisi Bersama Indonesia - OceanX, di Badung, Bali, Rabu (15/5/2024),
Menurut Luhut, persoalan akses internet yang belum merata sebenarnya tidak hanya di luar Jawa. Masih ada beberapa titik di Jawa yang belum tersentuh akses internet dan Starlink diharapkan bisa menjadi solusi.
“Banyak area di Indonesia ini yang enggak di-cover (akses internet). Di selatan Jawa itu masih banyak daerah yang belum terhubung dengan baik. Di Bali pun masih ada area-area yang spot-nya enggak bagus. Jangankan di Papua, NTB (Nusa Tenggara Barat), dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujarnya.
Baca Juga
Menko Luhut: Starlink Bantu Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Wilayah Terpencil
Terkait dengan kehadiran Starlink yang dikhawatirkan mengancam operator telekomunikasi nasional, Luhut menegaskan kompetisi merupakan sebuah keniscayaan. “Semua kan harus berkompetisi,” tegasnya.
Sebelumnya, Luhut menyampaikan operasi komersial Starlink di Indonesia akan diresmikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) SpaceX Elon Musk dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela gelaran World Water Forum ke-10 di Bali pada Minggu (19/5/2024).
“Elon Musk akan meresmikan (bersama dengan) Presiden Jokowi. Itu untuk mempermudah komunikasi kita di daerah-daerah terpencil dan akan dilakukan pada hari Minggu (19 Mei 2024),” katanya usai memberikan arahan di Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bareskrim Polri di Bali, Selasa (14/5/2024).

