APJII: Konsumsi Konten AI Dorong Penetrasi Internet Indonesia Hingga 80,66%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Penetrasi internet di Indonesia terus mencatatkan tren positif. Survei Internet APJII 2025 mencatat sebanyak 80,66% atau 229 juta jiwa penduduk telah terhubung ke internet, naik 1,16% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 79,50% atau 225 juta jiwa.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif Angga, menyebut lonjakan ini sebagai sinyal kuat transformasi digital nasional.
“Peningkatan konsumsi konten digital, khususnya berbasis AI, menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan digitalisasi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/8/2025).
Survei yang melibatkan 8.700 responden di 38 provinsi itu mengungkap Generasi Z menjadi kelompok pengguna terbesar konten teknologi, termasuk AI. Arif menilai AI kini menjadi bagian dari konsumsi digital harian anak muda, yang dimanfaatkan untuk belajar, bekerja, hingga eksplorasi kreativitas.
Meski demikian, keamanan siber masih menjadi tantangan. Sebanyak 24,89% responden mengaku mengalami pencurian data, 22,12% terkena virus, dan 16,09% menjadi korban phishing atau hacking.
Kesenjangan akses juga masih terasa. Penetrasi internet di Maluku dan Papua baru mencapai 69,26%, jauh di bawah Pulau Jawa yang berada di angka 84,69%. Arif menegaskan kemajuan digital tidak boleh meninggalkan satu daerah pun, termasuk wilayah 3T.
Di sisi industri, Survei Segmentasi Pasar ISP 2025 menunjukkan 64% penyelenggara layanan internet di Indonesia telah mengadopsi AI dalam operasional mereka. Teknologi ini digunakan untuk layanan pelanggan, pemasaran digital, dan keamanan siber, meski adopsi masih terkendala kurangnya talenta digital dan anggaran terbatas.
Arif menekankan pentingnya memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen AI, tetapi juga produsen di ekosistem global. Hal ini memerlukan pemerataan konektivitas, literasi digital yang inklusif, serta kolaborasi lintas sektor.
APJII berencana meluncurkan program kolaboratif dengan ISP untuk memperluas jangkauan jaringan di wilayah berpenetrasi rendah, khususnya Indonesia Timur. Langkah ini akan diiringi kerja sama dengan pemerintah, industri teknologi, dan sektor pendidikan.
Selain itu, APJII juga menyiapkan kerangka pengembangan AI untuk publik, yang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan memberdayakan. “Keamanan data dan kepercayaan publik akan menjadi pondasi pertumbuhan ekosistem digital nasional,” tutup Arif.
Di sisi industri, Survei Segmentasi Pasar ISP 2025 menunjukkan 64% penyelenggara layanan internet di Indonesia telah mengadopsi AI dalam operasional mereka. Teknologi ini digunakan untuk layanan pelanggan, pemasaran digital, dan keamanan siber, meski adopsi masih terkendala kurangnya talenta digital dan anggaran terbatas.
Arif menekankan pentingnya memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen AI, tetapi juga produsen di ekosistem global. Hal ini memerlukan pemerataan konektivitas, literasi digital yang inklusif, serta kolaborasi lintas sektor.
APJII berencana meluncurkan program kolaboratif dengan ISP untuk memperluas jangkauan jaringan di wilayah berpenetrasi rendah, khususnya Indonesia Timur. Langkah ini akan diiringi kerja sama dengan pemerintah, industri teknologi, dan sektor pendidikan.
Selain itu, APJII juga menyiapkan kerangka pengembangan AI untuk publik, yang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan memberdayakan. “Keamanan data dan kepercayaan publik akan menjadi pondasi pertumbuhan ekosistem digital nasional,” tutup Arif.

