Tutup Pabrik hingga Saham Anjlok, Kemenperin akan Panggil Manajemen BATA
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memanggil manajemen PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Pemanggilan tersebut untuk meminta penjelasan terkait tutupnya operasional pabrik di Purwakarta, Jawa Barat, terhitung akhir bulan lalu.
Informasi penutupan pabrik tersebut membuat saham BATA anjlok sebanyak Rp 13 (13,68%) menjadi Rp 82 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/5/2024). Level penutupan tersebut menjadi harga terendah saham ini sepanjang masa.
Baca Juga
Nasib Malang Sepatu Bata (BATA), Jual Gedung Hingga Tutup Pabrik
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif usai Konferensi Pers terkait Klarifikasi Kemenperin atas Kontrak Pekerjaan Fiktif di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (6/5/2024).
"Kami akan memanggil manajemen Bata. Berdasarkan pengamatan kami bahwa komposisi penjualan Bata, sebagian besar di retail diisi produk impor. Sedangkan produk dari manufaktur perusahaan hanya memproduksi sebagian kecil dari barang yang dipasarkan dan bahan baku juga diimpor," ujar Febri.
Pergerakan Harga BATA Ytd
Febri membeberkan, pemanggilan tersebut bertujuan untuk memberikan saran ke Bata guna memperkuat kembali pabriknya di Indonesia. "Kami sarankan untuk perkuat lagi pabriknya (Bata) di Indonesia. Kebijakan larangan terbatas (lartas) justru bertujuan untuk mendorong investasi industri alas kaki atau sektor-sektor industri sektor yang terkena lartas. Karena produk impor itu akan dikendalikan," jelasnya.
Di sisi lain, Febri menyampaikan, industri alas kaki secara umum dalam kondisi yang baik. "Industri alas kaki masih kondisi bagus, karena kita juga sudah keluarkan lartas produk alas kaki. Kita berharap bahwa industri alas kaki bisa lari kencang setelah ini, karena impor mulai dibatasi. Hal ini justru peluang pasar bagi produsen alas kaki dalam negeri," terangnya.
Baca Juga
Asosiasi Persepatuan Ungkap Penyebab Tutupnya Pabrik Sepatu Bata (BATA)
Sebelumnya diberitakan investortruat.id, diketahui, Bata menutup pabriknya yang berada di Purwakarta, Jawa Barat yang sudah beroperasi selama 30 tahun atau sejak 1994. Pengumuman penutupan pabrik tersebut disampaikan manajemen Bata melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Director & Corporate Secretary Bata Hatta Tutuko menjelaskan, keputusan untuk menghentikan aktivitas produksi pabrik yang berada di Purwakarta berdasarkan Keputusan Direksi pada Selasa (30/4/2024) yang sebelumnya disetujui berdasarkan persetujuan dari Keputusan Dewan Komisaris pada Senin (29/4/2024).
“Dengan adanya keputusan ini, maka perusahaan tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta," demikian disampaikan Hatta melalui Keterbukaan Informasi BEI.

