Rugi Membengkak, Sepatu Bata (BATA) Jual Graha Bata Simatupang Rp 64 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menjual aset yang berlokasi di jalan T.B. Simatupang No. 28 (dikenal juga dengan alamat Jl. R.A. Kartini Kav. 28), Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Aset bernama Graha Bata tersebut berbentuk tanah dan bangunan kantor, yang terdiri dari 6 lantai dengan luas keseluruhan bangunan sebesar 4.239,43 m2 dan luas tanah 1.993 m2.
Sekretaris Perusahaan PT Sepatu Bata Tbk, Hatta Tutuko, menjelaskan, Graha Bata dijual kepada PT Simatupang Jaya Realty dengan total nilai transaksi sebesar Rp 64 miliar.
Baca Juga
Adhi Karya (ADHI) Catat Lompatan Laba 203% Menjadi Rp 222,63 Miliar Tahun 2023
“Penjualan aset ini bertujuan untuk efisiensi dan minimalisasi risiko atas aset yang kami nilai kurang produktif dan tidak memberikan kontribusi maksimal bagi Perseroan,” urai Hatta dikutip dari laporan keterbukaan informasi melalui laman Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/3)
Selaian itu, penjualan aset merupakan langkah efisiensi bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan atas biaya pengelolaan dan perawatan serta beban depresiasi atas aset yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
“Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian periode 30 September 2023, Perseroan memiliki pinjaman jangka pendek dan utang usaha. Sehingga dengan melakukan transaksi ini, Perseroan akan memperoleh dana yang dapat digunakan untuk pembayaran pinjaman jangka pendek dan utang usaha,” ujarnya.
Baca Juga
BMKG: Seluruh Wilayah Jakarta Diprakirakan Hujan Jumat Siang
Adapun utang jangka pendek BATA periode 30 September 2023 tercatat mencapai Rp 375,52 miliar, naik dari Rp 358,83 miliar pada periode yang sama tahun 2022. Sedangkan total liabilitas Perseroan mencapai Rp 445,06 miliar per 30 September 2023.
Sementara dari sisi kinerja keuangan, Perseroan mencatat pembengkakak rugi bersih periode berjalan Rp 80,65 miliar per September 2023, meningkat 300% yoy dari Rp 20,43 miliar per 30 September 2022.
Kerugian ini salah satunya disebabkan penurunan angka penjualan menjadi Rp 488,47 miliar pada periode 30 September 2023 dari Rp 490,57 pada periode yang sama tahun 2022.

