Terus Merugi, Bata Tutup Pabrik di Purwakarta Setelah 30 Tahun Beroperasi
JAKARTA, investortrust.id - Kabar tidak menyenangkan kembali datang dari industri alas kaki di Tanah Air. PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dikabarkan menghentikan aktivitas produksi di pabriknya karena terus merugi.
Bata menutup pabriknya yang berada di Purwakarta, Jawa Barat yang sudah beroperasi selama 30 tahun atau sejak 1994. Pengumuman penutupan pabrik tersebut disampaikan manajemen Bata melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu (5/5/2024).
Baca Juga
Rugi Membengkak, Sepatu Bata (BATA) Jual Graha Bata Simatupang Rp 64 Miliar
Director & Corporate Secretary Bata Hatta Tutuko menjelaskan keputusan untuk menghentikan aktivitas produksi pabrik yang berada di Purwakarta berdasarkan Keputusan Direksi pada Selasa (30/4/2024) yang sebelumnya disetujui berdasarkan persetujuan dari Keputusan Dewan Komisaris pada Senin (29/4/2024).
“Dengan adanya keputusan ini, maka perusahaan tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta," demikian disampaikan Hatta melalui Keterbukaan Informasi BEI.
Hatta mengungkapkan pihaknya tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di pabrik tersebut terus menurun. Kapasitas produksi pabrik tersebut melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Indonesia.
Hatta menegaskan keputusan untuk menghentikan operasional pabrik di Purwakarta sudah melalui evaluasi menyeluruh dan kesepakatan pihak-pihak terkait. Termasuk mengefektifkan operasional Bata yang harus menghadapi ketatnya persaingan dan menurunnya permintaan konsumen.
“Kami berkomitmen untuk memastikan kelancaran transisi bagi seluruh karyawan dan mitra kami yang terkena dampak perubahan ini," tegasnya.
Baca Juga
Sebagai catatan, Bata mencatatkan angka penjualan bersih sebesar Rp 609,61 miliar pada 2023 atau lebih rendah 5,26% secara tahunan (year on year/YoY). Pada 2023, angka penjualan bersih yang tercatat mencapai Rp 643,45 miliar.
Alhasil, Bata mengalami peningkatan rugi bersih sebesar 79,65% (YoY) dari Rp 105,92 miliar menjadi Rp 190,29 miliar pada 2023.

