Bos XL Axiata Sambangi Menkominfo, Bahas Rencana Merger dan Isu-Isu Krusial
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menerima kunjungan dari pimpinan operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada Jumat (3/5/2024) untuk membahas sejumlah isu krusial terkait dengan industri telekomunikasi seluler.
Melalui unggahan akun Instagram @budiariesetiadi, XL Axiata diwakili oleh Komisaris Vivek Sood, Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) Dian Siswarini, dan Chief Corporate Affairs Marwan O. Baasir. Sedangkan Menkominfo didampingi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail dan Dirjen Pengendalian Pos dan Informatika (PPI) Wayan Toni Supriyanto.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan kunjungan tersebut merupakan kunjungan perdana dari induk usaha XL Axiata, Axiata Group Bhd setelah pelantikan Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo. Sejumlah isu dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk bagaimana rencana lelang spektrum frekuensi 700 MHz (megahertz) dan 26 GHz (gigahertz) untuk jaringan 5G.
"Pak Vivek dari Axiata Group Bhd menanyakan kapan spectrum auction [lelang spektrum] akan dilakukan untuk yang 700 MHz atau spektrum lainnya. Insentif [operator seluler] yang lama kita tunggu-tunggu juga," katanya dalam Paparan Publik Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2024).
Dian menyebut pihaknya juga menyampaikan perhatian terhadap kehadiran platform Over-The-Top (OTT) yang memberikan layanan langsung kepada penonton melalui Internet. Kehadiran platform tersebut dinilai tidak memberikan keuntungan yang signfikan bagi pengembangan infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air.
"Kami juga membahas bagaimana menghadapi platform OTT yang boleh dibilang tidak menyumbang pada pertumbuhan infrastruktur tetapi mendapatkan keuntungan [dari pengguna di Indonesia]. Pak Menteri menyambut baik bagaimana kita merespons [platform] OTT ini," tuturnya.
Operator telekomunikasi ini juga menyampaikan keluhannya terkait dengan maraknya pihak yang menjual kembali layanan dari penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) atau disebut sebagai RT/RW Net. Biasanya, pelaku usaha RT/RW Net melayani lingkungan perumahan, kompleks tertentu, atau kawasan pemukiman padat penduduk.
"Alhamdulillah sudah ada gebrakan dari Kemenkominfo untuk masalah RT/RW Net ini," ungkap Dian.
Baca Juga
Pecah Rekor Pendapatan Per Pelanggan, XL Axiata (EXCL) Ungkap Rahasianya
Isu Merger
Terkait dengan rencana penggabungan usaha atau merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (Tbk), Dian menyebut rencana aksi korporasi itu juga ikut dibahas dalam pertemuan singkat dengan Menkominfo dan jajarannya. Walaupun demikian, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut
"Pak Vivek menyampaikan bahwa konsolidasi akan baik untuk industri [telekomunikasi], tetapi masih dalam tahap wacana dan belum ada yang bisa disampaikan. Sekaligus [pertemuan kali ini] meminta izin ke Pak Menkominfo apabila konsolidasi nanti akan tercapai beliau memberikan support," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan merger XL Axiata dan Smartfren berdampak positif terhadap industri telekomunikasi nasional. Sebab, aksi korporasi tersebut akan menciptakan investasi berkelanjutan dalam industri yang sedang menghadapi sejumlah tantangan itu.
"Dampak positif dari merger ini adalah meningkatnya jumlah operator menjadi tiga operator dan sehat. Saya minta jangan sampai ada perang harga supaya industrinya menjadi sehat, investasinya berkelanjutan, perusahaannya pun lebih bagus," katanya Ketika ditemui di Depok, Jawa Barat, Kamis (3/5/2024).
Oleh karena itu, Budi Arie berharap merger XL Axiata dan Smartfren bisa rampung secepatnya. Namun, dia menegaskan keputusan aksi korporasi tersebut sepenuhnya menjadi keputusan kedua operator seluler dengan memperhatikan kepentingan masing-masing.
"Secepatnya, kita mau ekosistem telekomunikasi sehat," tegasnya.
Baca Juga

