Perwakilan XL Axiata Temui Menkominfo, Mau Bahas Merger?
JAKARTA, investortrust.id - Jelang Paparan Publik (Public Expose) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perwakilan operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) bertandang ke kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan Investortrust di kantor Kemenkominfo pada Jumat (3/5/2024) sekitar pukul 10.50 WIB sejumlah perwakilan dari XL Axiata tampak berdatangan. Termasuk di antaranya adalah Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O. Baasir.
Ketika dikonfirmasi mengenai kunjungan XL Axiata, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan bahwa perwakilan dari operator seluler itu akan bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi.
“Iya memang XL Axiata ada pertemuan dengan Menkominfo. Kalau pertemuan tentu yang dibicarakan mungkin insentif, rencana merger, dan lain-lain,” katanya ketika ditemui di kantor Kemenkominfo.
Baca Juga
Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam atau berakhir sebelum waktu makan siang. Setelah pertemuan tersebut, Menkominfo diketahui akan melakukan Rapat Pimpinan (Rapim) Kemenkominfo 2024.
Terkait dengan insentif untuk operator seluler, Usman menyebut akan diumumkan pada Juni 2024. Insentif tersebut akan diberikan berbarengan dengan lelang spektrum frekuensi 700 MHz (megahertz) untuk kebutuhan jaringan 5G.
Asal tahu saja, pita frekuensi 700 MHz sebelumnya diduduki oleh lembaga penyiaran. Pita frekuensi tersebut saat ini kosong setelah rampungnya migrasi siaran televisi analog ke digital terestrial atau analog switch off (ASO) pada tahun lalu.
“Bentuknya apa, kemudian berapa besaran insentifnya, kepastiannya Juni 2024. Nanti bisa disampaikan kepada publik. Tetapi itu akan berbarengan dengan lelang spektrum frekuensi 700 MHz,” ungkap Usman.
Baca Juga
Pecah Rekor Pendapatan Per Pelanggan, XL Axiata (EXCL) Ungkap Rahasianya
Usman menyebut pemberian insentif merupakan bentuk timbal balik dari pemerintah kepada operator seluler yang mengikuti lelang spektrum frekuensi 700 MHz. Karena bagaimanapun juga mereka telah mengeluarkan modal untuk mengikuti lelang tersebut.
“Prinsip resiprokal, ketika ada lelang ada investasi yang dikucurkan oleh perusahaan. Maka itu timbal baliknya [insentif]. Karena mereka berpartisipasi ikut lelang dan mengeluarkan uang untuk menggunakan frekuensi itu,” ujarnya.
Menurut Usman, insentif sangat dibutuhkan oleh operator seluler di Tanah Air. Karena tak dapat dipungkiri mereka sedang menghadapi masa sulit akibat menurunnya rerata pendapatan per pengguna (Average Revenue Per Unit/ARPU).
“[Tahun] 2022 ke bawah itu pertumbuhan mereka meningkat sekali. Sekarang, apa-apa menelepon saja sudah pakai Whatsapp dan layanan OTT [Over the Top]. Masa-masa puncak [industri telekomunikasi] mulai turun. Itu pentingnya insentif bagi operator seluler,” paparnya.
Sebagai catatan, Paparan Publik RUPST XL Axiata 2024 akan berlangsung pada Jumat (3/5/2024) pukul 14.30 - 15.30 WIB di XL Axiata Tower lantai 36. Jl. H.R Rasuna Said X5 Kavling 11-12, Jakarta Selatan.

