Menkominfo Temui Perwakilan world ID Milik Bos Chat GPT, Ini yang Dibahas
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi diketahui bertemu dengan perwakilan perusahaan pengembang sistem identitas digital world ID milik bos Chat GPT, Sam Altman pada Rabu (10/10/2024).
Budi Arie mengatakan perwakilan dari World ID mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memperkenalkan teknologi identifikasi identitas digital yang dikembangkannya. world ID mengembangkan teknologi identitas digital yang memindai bola mata manusia.
Teknologi tersebut diklaim jauh lebih unggul dibandingkan dengan teknologi identifikasi identitas berbasis biometrik lainnya seperti pemindaian sidik jadi dan pemindaian wajah. Sebab, pemindaian bola mata diklaim jauh lebih presisi.
Baca Juga
Menkominfo: PDN Cikarang Bakal Diresmikan Pemerintahan Prabowo-Gibran
"Karena ke mata itu iris keunikannya cuma 2 miliar. Jadi per 2 miliar orang iris itu punya kesamaan. Kalau finger atau sidik jari itu 60 juta, kalau face recognition (pengenalan wajah) 60 juta, kalau pakai iris tingkat presisi tinggi," kata Budi Arie saat ditemui di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2024).
Walaupun jauh lebih unggul dari teknologi identifikasi identitas menggunakan pemindaian sidik jadi dan pemindaian wajah, Budi Arie menyatakan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru menggunakan teknologi identifikasi identitas melalui pemindaian bola mata.
Sebab, perlu kajian menyeluruh terkait dengan keamanan teknologi yang terbilang baru itu. Apalagi teknologi tersebut belum digunakan di banyak negara. "Keamanannya harus dikaji, negara lain sudah pakai atau belum," ujarnya.
Baca Juga
Menkominfo: PDN Cikarang Bakal Diresmikan Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mengutip Business Insider, beberapa perusahaan yang sudah menggunakan world ID termasuk Reddit, Discord, dan Okta. Namun, di beberapa negara perusahaan tersebut menjadi sorotan karena mengumpulkan data dari banyak orang yang tentunya berpotensi mengancam keamanannya.
Di negara lain, seperti seperti Jerman, Prancis, dan Kenya, aplikasi ini menarik perhatian pemerintah. Sebab mereka khawatir tentang bagaimana perusahaan menggunakan data yang dikumpulkannya.
Baca Juga
Prospek Cerah Reksa Dana Berbasis Saham Infrastruktur dan Konsumsi
Sebelumnya, pria yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Pro Joko Widodo (Jokowi) atau Projo itu mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan perwakilan dari world ID untuk membahas membahas teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya teknologi pemalsuan dalam atau deepfake.
"Bahas AI. Ya sudah, tenang saja dulu. Sekarang perusahaannya dulu. Tanya ke Pak Prabu (Direktur Jenderal Informasi Publik atau Dirjen IKP Prabunindya Revta Revolusi), karena yang nanti iniin itu pak Prabu. Nanti jam dua perusahaannya itu mau ketemu saya, namanya WorldID, dia akan bicara AI soal deepfake dan menganalisa soal deepfake," ujarnya ketika ditemui di kantor Kemenkominfo, Rabu (9/10/2024)

