Bos XL Axiata Jawab Rumor Merger dengan Smarftren
JAKARTA, investortrust.id - Operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) akhirnya angkat bicara terkait dengan kelanjutan penggabungan usaha atau merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang menjadi pembicaraan belakangan ini.
Seperti diketahui beredar rumor yang menyebut induk keduanya, Axiata Group Bhd dan Sinar Mas Group sedang berdiskusi untuk menciptakan entitas senilai US$ 3,5 miliar (Rp 56 triliun) dengan sekitar 100 juta pelanggan.
Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan belum ada kabar dari Axiata terkait dengan aksi korporasi tersebut. Walaupun demikian, perusahaan telekomunikasi asal Malaysia itu membuka peluang adanya konsolidasi XL Axiata dengan Smartfren.
"Belum ada hilalnya, sampai dengan saat ini belum ada kepastiannya. Tetapi seluruh pemegang saham selalu melihat adanya peluang konsolidasi untuk industri [telekomunikasi] yang lebih baik," katanya di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2024).
Baca Juga
Merger XL Axiata dan Smartfren, Ini Untungnya Buat Pemerintah dan Masyarakat
Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa konsolidasi dengan operator seluler lain merupakan salah satu opsi untuk meningkatkan area cakupan dan menambah kapasitas bandwith. Langkah tersebut pernah dilakukan XL Axiata pada 2014, ketika mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia dengan nilai US$ 865 juta.
Selain melakukan konsolidasi, upaya lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan area cakupan dan menambah kapasitas bandwidth adalah menambah spektrum frekuensi lewat skema lelang. Dalam waktu dekat, diketahui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan melelang spektrum frekuensi 500 MHz (megahertz) dan 2,6 GHz (gigahertz) untuk kebutuhan jaringan 5G.
"Misalnya beli perusahaan lain, itu diperhitungkan mana yang lebih optimal dibandingkan dengan menambah site baru, sektor baru di existing site, atau tambah spektrum frekuensi baru," tuturnya.
Terkait dengan progres diskusi antara Axiata dan Sinar Mas, Dian menyebut belum sampai pada tahap uji kelayakan (due diligence). Demikian halnya pihak yang akan melakukan pengambilalihan.
"Kalau sudah ada informasinya akan kami disclosure sesuai peraturan bursa," tegasnya.
Baca Juga
Sebelumnya, melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Direktur Smartfren Antony Susilo menjawab rumor merger Smartfren dan XL Axiata. Dia menegaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi apa pun terkait merger tersebut.
"Sampai saat ini tidak ada hal material yang dapat mempengaruhi pemegang saham atau harga saham yang dapat diumumkan perseroan kepada OJK [Otoritas Jasa Keuangan], BEI dan publik," ujar Antony, dikutip Minggu (21/4/2024).
Sempat beredar rumor yang menyebut Sinar Mas melalui Smartfren akan mengambil alih 66,25% saham EXCL yang dipegang oleh Axiata. Dengan demikian, jika terealisasi maka Sinar Mas akan menjadi pengendali menggantikan operator seluler asal Malaysia itu.

