Kawasan Rempang akan Sedot Investasi Rp 176 Triliun, Warga Terdampak Diberi Rumah dengan Tanah 200 M2
BATAM, investortrust.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan solusi untuk warga Rempang, di Proyek Kawasan Rempang yang akan menyedot investasi sekitar USD 11,5 miliar atau Rp 176 triliun. Menteri melakukan konsolidasi dengan masyarakat terdampak di kawasan tersebut untuk memberikan pengertian bahwa proyek pembangunan industri kaca di Batam itu harus tetap berjalan, tentunya dengan pemenuhan hak-hak bagi masyarakat terdampak.
Demikian keterangan Menteri Bahlil usai mengunjungi secara langsung kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan pabrik kaca terintegrasi, hari Minggu siang (13/08/2023) di Kawasan Rempang, Batam.
“Kunjungan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo untuk segera melaksanakan pengembangan Kawasan Rempang, sejak dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia dengan Xinyi Group terkait pembangunan industri kaca terintegrasi di Rempang, pada Juli lalu. Bulan lalu di Chengdu, Tiongkok, saya sendiri yang mewakili Pemerintah Indonesia disaksikan oleh Bapak Presiden Jokowi, menandatangani komitmen kerja sama untuk proses investasi di Kawasan Rempang. Kita hanya diberikan waktu dua bulan untuk segera melakukan implementasi investasinya. Ini bukan hal yang mudah, tapi investasi adalah instrumen untuk dapat menggenjot lapangan pekerjaan dan perekonomian negara kita,” ungkap Bahlil dalam keterangan yang disampaikan Selasa 15 Agustus 2023.
Menteri Investasi menyampaikan, ia sudah berdiskusi dengan Gubernur Kepulauan Riau, Walikota Batam, Kepala Badan Pengusahaan Batam, aparat setempat, dan perwakilan masyarakat untuk membantu memenuhi hal-hal yang menjadi perhatian warga.
“Untuk makam misalnya, akan kami pagari, namun tempat tinggal masyarakat akan tetap kami relokasi, karena wilayah tersebut masuk dalam master plan pembangunan industri ini. Lokasi relokasi juga sudah disediakan oleh pihak BP Batam, dan akan kami sediakan sarana dan prasarana yang layak bagi masyarakat, seperti jalan menuju ke pantai serta pelabuhan nelayannya juga,” ujar Bahlil.
Diberi Rumah, Tanah 200 M2
Menteri Bahlil juga menambahkan bahwa setiap masyarakat terdampak akan memperoleh hunian tipe 45 di atas tanah seluas 200 m2. Ini sebagai bentuk dukungan dari pemerintah bagi masyarakat di Kawasan Rempang di masa yang akan mendatang. Selain itu, putra-putri masyarakat terdampak akan diberikan beasiswa sekolah kejuruan yang sesuai. Bahkan, bagi putra-putri yang memiliki potensi lebih, pemerintah akan mendorong perusahaan BP Batam untuk memfasilitasi beasiswa hingga ke luar negeri.
Merespons hal tersebut, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi solusi yang ditawarkan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM. Ia menyebut bahwa sebelumnya, pihaknya belum berani menghadapi masyarakat yang menentang proyek ini, karena belum adanya solusi terkait sumber biaya dan tempat relokasi. Namun, kini, pihaknya bisa lebih bernapas lega setelah memperoleh solusi dari Menteri Bahlil.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Menteri langsung ke Batam dan memberikan solusi pasti kepada masyarakat. Sebelumnya saya dan Pak Walikota tidak bisa menghadapi masyarakat karena belum ada solusi-solusi terkait, maka itu kami berterima kasih atas solusi yang baik dari Pak Menteri,” ucap Ansar.
Senada, Walikota Batam Muhammad Rudi berterima kasih kepada Menteri Bahlil yang telah menyelesaikan persoalan Kawasan Rempang dengan memberikan solusi yang baik bagi semua pihak.
“Pak Menteri telah menyampaikan akan membantu menyelesaikan pada keputusan lebih tinggi dari Pak Presiden. Asal Keppres (Keputusan Presiden) ini sudah keluar, maka kami sudah bisa mulai kerja,” jelas Rudi.
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam mempercepat pengembangan Kawasan Rempang adalah dibentuknya tim task force yang akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan percepatan relokasi.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Investasi/BKPM Ricky Kusmayadi menjelaskan, Xinyi Group merupakan perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang pembuatan kaca dan panel surya. Perusahaan ini sebelumnya telah memiliki pabrik kaca terintegrasi terbesar di dunia yang ada di Tiongkok, dan Indonesia akan menjadi titik lokasi pabrik terbesar kedua. Total investasi yang akan digelondorkan dari proyek di Kawasan Rempang ini sekitar USD 11,5 miliar dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 35 ribu orang.

