UN Tourism: Kawasan Asia Pasifik Sedot 63% Investasi Asing Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Executive Director UN Tourism, Natalia Bayona mengatakan bahwa sektor pariwisata adalah penggerak perekonomian global. Tercatat kawasan Asia Pasifik telah menyedot 63% total investasi asing dunia
“Saya merasa bahwa dalam hal layanan, tentu saja, ini adalah sub-sektor jasa yang paling penting. Dan saya merasakannya, tentu saja, di dunia yang mengutamakan teknologi, pariwisata akan menjadi lebih kuat karena ini adalah ekonomi antarmanusia,” kata Natalia kepada Investortrust.id di sela acara International Tourism Investment Forum 2024 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Sebagai catatan, investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di semua sektor secara global meningkat sebesar 3% pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2022 menjadi US$ 1,4 triliun. Dari angka tersebut, sebesar 63% investasi diarahkan ke kawasan Asia dan Pasifik, khususnya dari total FDI periode tahun 2018 sampai 2023.
Sementara itu, menurut data Kementerian Keuangan, pariwisata telah berkontribusi terhadap 3,8% Produk Domestik Bruto (PDB) pada September 2023.
Baca Juga
Perekonomian Dunia Melambat, Ini Dampak ke Sektor Pariwisata Menurut Menkeu
Di sisi lain, Natalia juga mengapresiasi kinerja dari pemerintahan Indonesia yang telah melakukan lebih dari 71 juridikasi untuk mendukung investasi dalam bidang pariwisata melalui insentif dengan double tax agreements (DTA) atau perjanjuan pajak berganda.
“Anda memiliki zona perdagangan bebas. Anda punya contoh unicorn dan startup yang sedang berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki kebijakan yang kuat mengenai keberlanjutan, pembangunan pedesaan, dan pariwisata berbasis masyarakat.
“Jadi, saya melihat semua pilarnya terkait dengan pengembangan pariwisata telah dilakukan. Jadi, itu sangat bagus,” tuturnya.
Baca Juga
Menparekraf Resmi Buka International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Jakarta
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa industri kreatif dengan pariwisata bersatu dalam satu kementerian merupakan hal yang sangat baik.
“Karena pariwisata adalah bagian dari industri kreatif. Jadi, menciptakan insentif untuk pembuatan film, produksi, produksi, seni, fashion, itu luar biasa karena pada akhirnya, semua itu selalu diuntungkan oleh pariwisata,” pungkasnya.

