Produksi Meningkat 18%, PTBA Bukukan Laba Rp2,8 Triliun
PALEMBANG, investortrust.id- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan perolehan laba bersih semester I-2023 sebesar Rp2,8 triliun. Kenaikan laba tersebut dicapai menyusul kenaikan pendapatan perseroan sebesar 2% untuk perdiode yang sama sebesar Rp 18,9 triliun.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail mengatakan, kenaikan dua indikator penting itu ditopang pertumbuhan kinerja operasional perseroan.
Total produksi batu bara PTBA pada semester I 2023 mencapai 18,8 juta ton, tumbuh 18% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 15,9 juta ton. Kenaikan produksi ini seiring dengan kenaikan volume penjualan sebesar 19% menjadi 17,4 juta ton secara year on year (yoy).
Baca Juga
"Pada semester I-2023, perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 7,1 juta ton atau naik 37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi Domestic Market Obligation (DMO) tercatat sebesar 57 persen," ujar Arsal Ismail melalui keterangan resmi di Palembang, Rabu (30/8).
Arsal Ismail mengatakan, peningkatan kinerja signifikan terjadi saat koreksi harga di pasar internasional menjadi momok Perusahaan batu bara. Seperti diketahui, harga batu bara ICI-3 menurun sekitar 48% dari USD 138,5 per ton pada Juni 2022 menjadi USD 72,63 per ton pada Juni 2023.
Pada sisi lain, beberapa komponen harga pokok penjualan mengalami kenaikan. Sebut saja komponen biaya royalti, angkutan kereta api, maupun jasa penambangan.
Baca Juga
Melesat 20,8% dalam Tiga Hari, Analis Ungkap Prospek Saham Jasa Marga (JSMR)
Dalam kondisi demikian, manajemen PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja positif. Menyikapi berbagai tantangan itu, PTBA konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan agar efisiensi secara berkelanjutan bisa diterapkan secara optimal.
“Perseroan berharap agar pembentukan Mitra Instansi Pengelola (MIP) dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan PTBA," harap Arsal Ismael. (fs/Antara)

