Produksi Migas Meningkat, PEP Zona 4 Bukukan EBITDA US$ 887 Juta pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang 2025, seiring meningkatnya produksi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah operasinya.
Perusahaan membukukan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$ 887,44 juta, melampaui target yang dipatok sebesar US$ 865,96 juta.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjaga efisiensi serta keandalan operasi.
Baca Juga
Resmi! Pertamina NRE Pegang Kepemilikan 20% Saham CREC di Bursa Efek Filipina
“Dengan tetap mengedepankan efisiensi dan keandalan operasional, PEP Zona 4 terus menjaga kinerja keuangan agar tetap solid sekaligus mendukung pasokan energi nasional,” ujar Djudjuwanto, Senin (9/2/2026).
Dari sisi efisiensi, PEP Zona 4 berhasil menekan biaya produksi migas (production cost) menjadi US$ 9,37 per barel setara minyak (barrel of oil equivalent/BOE) pada 2025, lebih rendah dibandingkan 2024 yang tercatat US$ 10,49 per BOE. Sementara itu, biaya operasi (operating cost) juga menunjukkan perbaikan menjadi US$ 11,18 per BOE, turun dari posisi tahun sebelumnya sebesar US$ 11,63 per BOE.
Kinerja keuangan yang kuat tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan produksi migas. Produksi minyak PEP Zona 4 mencapai 27.642 barel per hari (barrels of oil per day/BOPD), meningkat 6,6% dibandingkan 2024. Adapun produksi gas tercatat sebesar 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
“Pertumbuhan produksi migas menjadi fondasi penting bagi kinerja keuangan perusahaan. Melalui pengelolaan biaya yang disiplin dan optimalisasi lapangan secara berkelanjutan, PEP Zona 4 mampu menjaga kinerja operasional dan keuangan tetap solid,” ucap Djudjuwanto.
Baca Juga
Pertamina Kembangkan Bioavtur Cilacap, Produksi SAF Digenjot Jadi 887 KL Per Hari
Sebagai bagian Subholding Upstream Pertamina, PHR Regional Sumatra Zona 4 mengelola tujuh wilayah kerja, yakni PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, serta PHE Raja Tempirai.
Wilayah operasi tersebut tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, meliputi Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. Seluruh kegiatan operasional berada di bawah koordinasi dan pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

