Pengusaha Desak Pemerintah Berantas Impor Ilegal dan Jastip
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mendesak pemerintah untuk memberantas impor tidak resmi atau ilegal, termasuk jasa titipan alias jastip.
Meski pemerintah telah menerbitkan aturan terkait pengaturan barang impor sebagaimana tertuang dalam Permendag Nomor 36 Tahun 2023 yang telah diubah oleh Permendag Nomor 3 Tahun 2024, namun Budihardjo menilai regulasi itu belum siap dilaksanakan sehingga impor legal tidak bisa dilakukan.
Oleh sebab itu, Budihardjo menilai Permendag Nomor 3 Tahun 2024 itu belum memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, karena memberikan ruang diskresi yang luas dalam mekanisme penerbitan izinnya.
Baca Juga
Aprindo Sebut Produk Impor Legal Tergerus Impor Ilegal, 'Predatory Price' Kian Marak
“Kami sangat mengapresiasi peraturan ini karena dapat dijadikan pengetatan produk yang beredar di dalam negeri dari impor ilegal baik dari pelabuhan, dan jastip melalui kargo udara dan laut yang tidak membayar pajak dan mematikan produk UKM dan lokal kita,” ucap dia dalam keterangan tertulis, Rabu (20/3/2024).
“Namun kami juga perlu mengingatkan agar dilakukan sosialisasi kepada masyarakat umum. Petugas di bandara yang bertugas tentunya wajib bersikap sopan dalam melakukan pemeriksaan dan juga dilakukan dengan SOP yang jelas,” kata dia.
Selain itu, Budihardjo juga mengatakan pengetatan masuknya barang impor bisa dilakukan maka hal ini bisa menjadi momentum agar masyarakat Indonesia bisa berbelanja di Indonesia, dan jadikan Indonesia menjadi tourism shopping destination.
Baca Juga
Pemerintah Musnahkan Barang Impor Ilegal Senilai Rp 49,95 Miliar
“Sehingga turis juga tertarik untuk berwisata dan berbelanja di Indonesia, karena Indonesia dapat memberikan harga yang kompetitif dan koleksi yang lengkap sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga,” terang Budihardjo.
“Untuk itu perlu dukungan pemerintah dalam program diatas. Sehingga di Indonesia produk UKM, produk lokal, brand lokal dan brand global semua bangkit bersama karena semua produk memiliki segmen pasar masing-masing di Indonesia,” ujar dia.
Baca Juga

