Sampai Kapan Pasar Properti Melambat? Ini Kata Pengamat
JAKARTA, investortrust.id – Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pasar properti di Tanah Air melambat pada kuartal III-2023. Pengamat properti memperkirakan perlambatan pasar properti berlanjut hingga tahun depan.
“Sebetulnya penjualan properti tumbuh, tetapi tidak signifikan. Perlambatan pasar properti kami perkirakan berlangsung hingga semester I-2024,” kata Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda kepada investortrust.id di Jakarta, Jumat (17/11/2023).
Baca Juga
Suvei BI: Harga Properti Residensial Meningkat, tapi Tren Penjualan Terkontraksi, kok Bisa?
Ali Tranghanda menyoroti kesenjangan pasar (market gap) di segmen menengah bawah yang menyebabkan pasar melambat. Daya beli masyarakat sebetulnya masih cukup kuat, namun pengembang besar cenderung menargetkan segmen menengah atas.
“Para pengembang, khususnya pengembang besar, lebih menyasar menengah atas. Akibatnya terjadi market gap di segmen menengah di bawah Rp 1 miliar. Hal ini membuat pasar melambat karena pasokan terbatas di segmen itu. Jadi, bukan berarti daya beli nggak ada,” jelas Ali Tranghanda.
Baca Juga
Pengusaha Yakin Insentif Properti Bisa Dongkrak Penjualan Rumah, Ini Alasannya!
Para pengembang, menurut Ali, kini lebih fokus dan bergeser ke segmen menengah atas karena pasar yang paling riil dan dominan berada di sana.
“Ke depan, segmen menengah atas relatif akan melambat dan bergeser ke segmen menengah. Soalnya, pasar riil memang ada di segmen itu, tapi pengembang lebih menyasar menengah atas untuk saat ini,” papar dia. (CR-3)

