Perkawinan TikTok dan Tokopedia Bisa Gerus Pasar Shopee, Ini Kata Pengamat
JAKARTA, Investortrust.id - Pengamat ekonom Josua Pardede menilai, kolaborasi TikTok dengan Tokopedia dalam menjalin kemitraan strategis dapat mengubah kondisi pasar e-commerce, terutama pada kategori marketplace di Indonesia.
"Sebelum kerjasama ini terjalin, Shopee merupakan e-commerce dengan jumlah kunjungan situs per bulan terbanyak, diikuti oleh Tokopedia," ucapnya kepada Investortrust.id, Rabu (13/12/2023).
Berdasarkan data yang dikutipnya dari SimilarWeb, jumlah kunjungan Shopee pada 3Q23 mencapai 216.8 juta kunjungan per bulan, atau lebih dari dua kali lipat kunjungan ke Tokopedia (97.1 juta kunjungan/bulan). Saat ini, jumlah pengguna TikTok di Indonesia kurang lebih sudah mencapai 100 juta
Selain itu, sebelum ditutup, TikTok Shop juga menjadi media sosial terbesar yang digunakan untuk berbelanja online (45%), lebih tinggi dibandingkan Instagram Shop (10%) atupun WhatsApp (21%).
Baca Juga
Terkait Investasi Tiktok di Tokopedia, Berikut Dampak Positifnya bagi Performa GOTO
"Kami melihat, dengan bergabungnya kedua platform tersebut, TikTok x Tokopedia dapat men-challenge Shopee sebagai market leader e-commerce di Indonesia," ungkap Josua.
Adapun, Josua menilai dengan beroperasinya kembali TikTok Shop di Indonesia dapat membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya dan meningkatkan penjualan. Hal tersebut juga dapat meningkatkan Gross Merchandise Value (GMV) di platform e-commerce dan mempengaruhi nilai ekonomi digital di Indonesia.
"Namun demikian, masih diperlukan waktu untuk mengetahui seberapa besar dampak dari merger tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan," tandasnya. (CR-9)
Baca Juga

