Kemenkes: FDI Kesehatan Berpotensi Naik 4 Kali Lipat
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Roy Himawan mengatakan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) perawatan kesehatan di Indonesia berpotensi ditingkatkan hingga 4 kali lipat. Hal itu mengingat FDI perawatan kesehatanbelum optimal jika dibandingkan negara ASEAN lain, meski pasar farmasi Indonesia terhitung besar.
“FDI kita masih belum optimal. Dugaan kita adalah belum banyak ekspos tentang peluang-peluang investasi di Indonesia. Jadi, kita ingin mengekspos kita itu negara berkembang, punya potensi untuk tumbuh, dan kita juga terbuka untuk any investment, any participation from global partner,” ungkap Roy dalam Indonesia-India Health Business Forum di Kantor Kedutaan Besar India, Jakarta, Selasa (27/02/2024).
Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan, Roy menjelaskan bahwa pasar farmasi mencapai hampir US$3,5 miliar. Bahkan, angka tersebut diprediksi dapat naik 4 kali lipat apabila memaksimalkan kerja sama antar-negara untuk memproduksi obat inovatif.
Baca Juga
Bahlil Sebut FDI Indonesia Sektor Riil Terbesar di Asia Tenggara
“Tapi itu baru estimasi kalau kita maksimalkan seluruh diagnostik. Kita harus bisa pakai lipat. Pakai lipat angka itu.Dengan kerjasama dengan India supaya kita bisa produksi obat-obat inovatif, akan lebih meningkat,” paparnya.
Oleh sebab itu, Indonesia terus membuka peluang bagi kerjasama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan produksi obat inovatif di Indonesia. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga terus mengembangkan kebijakan kesehatan yang mendukung ekosistem pertumbuhan dan mendukung farmasi lokal.
“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan produsen farmasi lokal untuk menghasilkan produk inovatif yang terjangkau. Meningkatkan kapasitas produsen farmasi lokal untuk memenuhi permintaan nasional, regional, dan global, sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan respons pandemi, serta meningkatkan investasi asing dan domestik pada sektor farmasi lokal untuk mendukung pertumbuhannya,” pungkasnya.
Baca Juga
