Colliers Indonesia: Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Pesat, Pengembangan Data Center Marak
JAKARTA, investortrust.id – Stabilnya perkembangan ekonomi digital telah mendorong lonjakan investasi infrastruktur digital di Indonesia. Hal ini terlihat dari total 35 proyek pusat data, termasuk tipe hyperscale dan collocation beroperasi di sejumlah daerah untuk melayani industri Perbankan, Jasa Keuangan, dan Asuransi.
Colliers Indonesia menyebutkan lonjakan pengembangan pusat data tersebut untuk menanggapi tingginya permintaan layanan digital dari penyebarluasan penyiaran dengan peningkatan pengguna smartphone, khususnya di kota besar, terutama Jakarta dan sekitarnya serta wilayah Batam.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Sebut Data Center Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kinerja
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, peningkatan penetrasi internet, minat pengguna, pengguna media sosial hingga waktu yang dihabiskan dalam penggunaan smartphone mengalami pertumbuhan yang kuat selama beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan berkelanjutan sektor Informasi, Komunikasi, dan Teknologi tetap menjadi pendorong utama permintaan pusat data.
“Di Indonesia, lonjakan lalu lintas internet dan volume data tidak tertandingi. Indikator kunci meliputi peningkatan minat pengguna sebesar 57%, tingkat penetrasi internet sebesar 77%, kenaikan pengguna media sosial sebesar 60,4%, dan peningkatan rata-rata waktu yang dihabiskan penggunaan ponsel sebesar 46%,” kata Ferry dalam keterangan resmi, Senin (25/3/2024).
Hingga akhir tahun 2023, terdapat total 35 proyek pusat data, termasuk tipe hyperscale dan collocation beroperasi di Jakarta dan sekitarnya, terutama berlokasi di pusat kota, untuk melayani industri Perbankan, Jasa Keuangan, dan Asuransi. Namun, terdapat tren yang mencolok yaitu pusat data hyperscale dikembangkan di daerah tepi luar Jakarta seperti Bekasi, Karawang, dan Bogor.
“Perubahan ini didorong oleh kebutuhan akan fasilitas berukuran lebih besar dengan kapasitas daya yang lebih tinggi, serta keuntungan harga tanah yang lebih murah di luar kota,” lanjut Ferry.
Selain itu, terdapat lima proyek pusat data hyperscale yang sedang dibangun di Batam, yakni ‘Nongsa Digital Park’, dengan total daya sebesar 221 MW, yang direncanakan rampung pada tahun 2024–2025.
Baca Juga
“Proyek yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini, bertujuan untuk menjadi ‘jembatan digital’ antara Indonesia dan Singapura, untuk mendorong aktivitas ekonomi digital,” ungkap Ferry.
Menyadari adanya potensi ekonomi digital yang dimiliki oleh Indonesia, lanjut Ferry, investor asing dan perusahaan teknologi turut berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan industri pusat data.
“Kemitraan strategis dan investasi asing berkontribusi pada pengembangan fasilitas berteknologi mutakhir, membawa keahlian global dan teknologi canggih masuk ke pasar Indonesia,” tutup dia. (CR-3)

