Colliers: Meski Ibu Kota Pindah, Sektor Perhotelan di Jakarta Tetap Tumbuh
JAKARTA, investortrust.id – Head of Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto memproyeksikan sektor perhotelan di Jakarta masih bisa bertumbuh meskipun ibu kota negara dipindah ke Kalimantan Timur.
“Selama ini driver utama pasar perhotelan masih dari government (pemerintah). Sedangkan kalau government itu nanti sepenuhnya akan pindah ke IKN (Ibu Kota Nusantara), tentu hotel itu harus mengantisipasi dengan strategi baru untuk tidak lagi tergantung dari pasar government,” kata Ferry dalam media briefing kondisi pasar properti di kuartal I-2024 secara daring, Rabu (3/4/2024).
Director of Hospitality Services Colliers Indonesia, Satria Wei menambahkan, pada awal tahun 2023 pihaknya bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah berdiskusi mengenai pengaruh bisnis perhotelan sehubungan dengan berpindahnya ibu kota negara.
Baca Juga
Industri Manufaktur hingga Properti Diyakini Bisa Dorong Ekonomi Tumbuh 5%
“Teman-teman ini (para pelaku bisnis) sudah mulai menyiapkan diri. Apabila berkurangnya prospek bisnis dari government itu nantinya terjadi, harus ada replacement-nya. Dan itu sudah dipikirkan oleh mereka bahkan asosiasi hotel di Indonesia (PHRI) juga sudah mulai memikirkan itu, sehingga aktivitas di Jakarta seharusnya akan lebih hidup karena pusat pemerintahnya dipindahkan ke IKN,” ucap Satria.
Seperti yang diketahui, ibu kota negara akan berpindah ke Kalimantan sesuai dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2022 (UU IKN) dan status nama Daerah Khusus Ibu kota Jakarta (DKI Jakarta) menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) sesuai dengan UU DKJ yang disahkan pada Kamis (28/3/2024).
Kesimpulan dari semua itu, kata Ferry, sektor properti Jakarta tetap akan bertumbuh karena masih ada masyarakat yang melakukan aktivitas di Jakarta seperti ekonomi dan bisnis serta aktivitas lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain sektor properti, ada juga sektor lainnya yang masih bertumbuh seperti pariwisata, ekonomi, dan bisnis.
Baca Juga
Ada Pembangunan IKN, Bos Swiss-Belhotel Yakin Bisnis Perhotelan akan Melejit
“Salah satu yang menjadi keyakinan dari kami adalah Jakarta ini adalah kota yang tidak pernah berhenti pembangunan infrastrukturnya. Kalau kita lihat dari infrastruktur transportasi, rencana LRT (Light Rail Transit), MRT (Mass Rapid Transit), itu masih panjang pembangunannya bisa sampai 10-20 tahun lagi. Bahkan, populasi metropolitan Jakarta atau Jabodetabek, itu masih terbilang besar setelah Tokyo,” tandas Ferry.
Sebagai informasi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir tahun 2023, jumlah penduduk di Daerah Khusus Jakarta terus bertumbuh double digit yakni 11,34 juta orang dari tahun 2022 sejumlah 10,67 juta orang. Di mana Jakarta Timur sebanyak 3,31 juta, Jakarta Barat (2,61 juta orang), Jakarta Selatan (2,41 juta orang), Jakarta Utara (1,87 juta orang), Jakarta Pusat (1,1 juta orang), dan Kabupaten Kepulauan Seribu (30.422 orang).
“Mereka (masyarakat) yang masih beraktivitas di Jakarta harus difasilitasi. Salah satunya adalah dengan penyediaan infrastruktur transportasi yang lebih baik, sehingga hak-hak masyarakat yang memakai transportasi (umum) itu nanti akan tetap berkembang,” pungkas Ferry.

