Colliers Sebut Pasokan Kamar Hotel Berpotensi Masih Tumbuh hingga 2027
JAKARTA, investortrust.id - Konsultan properti Colliers Indonesia memaparkan, pasokan kamar tambahan di perhotelan DKI Jakarta masih berpotensi tumbuh positif hingga tahun 2027.
"Jakarta ini memang masih dianggap sebagai lokasi bisnis utama. Sehingga, kita masih melihat ada potensi untuk pengembangan hotel baru ke depannya. Selain itu juga kita lihat bahwa kinerja hotel ini cukup membaik, nah kalau kita lihat di tahun 2024 ini bahkan tingkat okupansinya sudah paling tinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir," kata Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto dalam virtual media briefing Property Market Outlook Q2 2024 melalui Zoom meeting, Rabu (3/7/2024).
Dalam paparannya, pasokan kamar baru dari kuartal I hingga kuartal II-2024 sebanyak 947 kamar. Di mana, hotel-hotel tersebut rata-rata berada di wilayah Jakarta Pusat dan central business district (CBD).
Sedangkan pasokan kamar baru yang akan datang dari tahun 2025-2027 sejumlah 595 kamar, yang tersebar di Jakarta Barat dan CBD.
Baca Juga
Colliers Ramal Pasokan Perkantoran CBD Tak Bertambah Hingga 2025
Ferry pun menyoroti pertumbuhan positif sektor perhotelan ini yang didorong oleh event-event yang diadakan, baik Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) maupun non-MICE.
"Kita sudah bisa lihat bahwa angka-angkanya sudah lebih positif, terutama didorong oleh kegiatan event yang offline, baik itu dari sektor pemerintah yang paling sebagai sektor utama yang mendorong tingkat okupansi juga menggunakan beberapa korporasi," ujar dia.
Sementara itu, lanjut Ferry, event non-MICE seperti pentas musik atau event olahraga juga cukup mendongkrak tingkat hunian, baik Jakarta maupun Bali.
"Di Bali itu event non-MICE-nya lebih banyak, karena memang Bali menjadi tujuan internasional," tandas Ferry.
Di sisi lain, sektor perhotelan Bali tidak akan ada tambahan pasok kamar baru selama kuartal II-2024. Ferry menjelaskan, average daily rate (ADR) perhotelan Bali sedikit terkoreksi di bulan Mei, yang mana tingkat huniannya di bawah 60% dan tingkat harga rata-ratanya di bawah US$ 150.
"Memang ada koreksi sedikit di rata-rata bulan (Mei). Jadi memang ada pilihan jadi hotel itu apakah memang dongkrak okupansi, tapi harganya juga agak sedikit menekan," papar dia.
Adapun pasokan kamar perhotelan di Bali didominasi oleh hotel bintang 5 dan tersebar di beberapa wilayah yakni Seminyak, Nusa Dua, Jimbaran, serta Ubud. Lebih lanjut, Ferry menerangkan, pasok kamar baru di Bali berpotensi tetap bertumbuh hingga tahun 2027 mencapai 683 kamar.
"Pasokan hotel baru di Bali juga sudah mulai menyebar. Salah satunya di Ubud yang saat ini pengembangannya sudah mengarah ke daerah Payangan," pungkas dia.

