Transaksi ‘Digital Banking’ Tumbuh Pesat, Investortrust Apresiasi Bank dengan Transformasi Digital Paling Signifikan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Investortrust Indonesia Sejahtera (Investortrust.id) yang mengelola portal berita dan data ekonomi independen kembali menggelar Digital Banking Award (DBA) 2025, ajang apresiasi bagi bank yang mencatat kemajuan signifikan dalam transformasi digital.
Digital Banking Award kali ini menjadi kolaborasi kedua kalinya antara intellectual business community (IBC) dan Investortrust.id yang tahun ini didukung oleh Perfios. Managing Editor Investortrust.id Hari Gunarto menginformasikan, Indonesia mengalami akselerasi digital yang masif dalam lima tahun terakhir.
Sektor digital tumbuh pesat dengan meningkatnya penduduk usia muda yang 60% adalah gen Z dan milenial. Ditambah, peningkatan penetrasi smartphone yang mencapai lebih dari 75%, dukungan infrastruktur pembayaran yang kuat seperti BI Fast dan QRIS.
“QRIS sekarang sudah lintas negara, sudah digunakan oleh 57 juta user,” imbuh Hari saat membuka Digital Banking Award 2025 di JW Marriot Hotel, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Baca Juga
Digital Banking Awards 2025 Jadi Barometer Kematangan Transformasi Digital
Nilai transaksi digital banking pun tumbuh impresif, mencapai 51% (yoy) pada 2024 menjadi Rp 88.000 triliun. Bahkan pada semester I-2025 telah tembus Rp 47.000 triliun, setara dua kali PDB Indonesia tahun lalu yang sekitar Rp 22.000 triliun.
“Kemudian jumlah pengguna aplikasi mobile banking, pertumbuhannya juga sangat menggembirakan. Kita menyaksikan berbagai super apps yang sangat memanjakan dan memudahkan para konsumen dengan berbagai fitur layanan. Ada sejumlah super apps yang penggunanya sampai puluhan juta,” sambung Hari.
Dalam cetak biru transformasi digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK), super apps dipandang sebagai arah masa depan industri keuangan digital.
Namun di sisi lain, layanan perbankan digital masih menghadapi beberapa tantangan. Sebut saja seperti keamanan siber, pelindungan data nasabah, literasi digital yang masih rendah, dan pengembang kecil yang relatif tertinggal dalam teknologi.
Pelaku industri juga mengejar kepercayaan nasabah yang kerap terganggu oleh beberapa kasus penipuan keuangan, seperti fraud dan scamming. “Ini tantangan bagi kita semua. Belum lagi soal inklusi yang masih ada 97 juta orang dewasa belum terjangkau layanan perbankan,” tuturnya.
Baca Juga
Diferensiasi dan Kemitraan Strategis Kunci Unggul di Digital Banking
Keberhasilan digital banking kerap dilihat dinilai dari sejumlah indikator, antara lain pengalaman pengguna (user experience), inklusi dan aksesibilitas, keamanan dan keandalan sistem, inovasi produk, skalabilitas dan efisiensi biaya, hingga kolaborasi dan ekosistem.
Manajemen Investortrust dan Intellectual Business Community pun menyampaikan proficiat kepada para pemenang penghargaan. Hari berharap, Digital Banking Award menjadi pemacu semangat bagi insan perbankan agar konsisten melanjutkan transformasi digital dan memberikan inspirasi untuk mengkreasikan inovasi-inovasi baru.
“Terlebih, di era artificial intelligence sekarang, yang terpenting bukan semata bagaimana bank mengadopsi teknologi tersebut. Tetapi memastikan bahwa inovasi yang didesain membawa manfaat nyata bagi nasabah, perekonomian nasional, serta tidak mengurangi kepatuhan terhadap regulasi, etika, dan market conduct,” paparnya.
Melalui Digital Banking Award, Investortrust mengapresiasi semua bank, serta para inovator yang mewujudkan ekosistem keuangan inklusif dan keberlanjutan.
“Kami juga mengapresiasi OJK sebagai regulator yang sudah memberikan guideline jelas, melalui cetak biru transformasi digital, termasuk di dalamnya enam dimensi kematangan digital,” pungkasnya.

