Jadi Komponen Utama Ketahanan Ekonomi, Mendag Zulhas Awasi Industri Baja dan Besi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, industri besi dan baja memiliki peran sentral dalam upaya mendukung ketahanan ekonomi nasional dalam peningkatan ekspor dan kebijakan pengendalian impor.
“Industri besi dan baja memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional, khususnya melalui peningkatan ekspor dan pengendalian impor,” ucap Zulkifli Hasan dalam keterangannya yang dikutip Jumat (10/11/2023).
Menurut menteri yang akrab disapa Zulhas tersebut, Indonesia saat ini gencar membangun infrastruktur dan mengembangkan industri manufaktur yang salah satunya otomotif.
Pembangunan-pembangunan tersebut membutuhkan komponen utama seperti besi dan baja yang sekaligus merupakan komponen utama dalam mendukung Program Strategis Nasional.
Baca Juga
“Kita terus membangun. Tentu ini perlu besi dan baja,” ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk mendukung industri besi dan baja nasional, pemerintah menjalankan sejumlah upaya. Mendag Zulhas memastikan besi dan baja sebagai salah satu objek utama kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah dan mengendalikan impor produk nonstandar maupun ilegal.
“Pertama, pemerintah mendorong ekspor bernilai tambah melalui hilirisasi. Ekspor agar lebih mudah dan dipercepat. Kedua, pemerintah mengendalikan impor melalui pengawasan border termasuk bagi impor besi dan baja. Ketiga, menertibkan industri dalam negeri maupun impor dari segi pemenuhan standarnya,” beber Zulkifli Hasan.
Baca Juga
Wapres: Kebutuhan Baja Meningkat 40%, Jangan Dipenuhi dari Impor
Terkait poin ketiga, Mendag Zulkifli Hasan menegaskan, Kemendag aktif mengawasi para pelaku usaha di bidang impor besi dan baja untuk memastikan barang yang beredar sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk melindungi industri besi dan baja nasional.
“Makanya, mesti kita atur dan tata,” tandas Mendag.
Adapun diketahui, besi dan baja merupakan komoditas ekspor terbesar ketiga Indonesia pada periode Januari-September 2023. Pada periode tersebut, nilai ekspor besi dan baja tercatat sebesar US$ 17,37 miliar. (CR-9)
