Harga Referensi CPO April Naik, Terdongkrak Minyak Nabati di AS dan China
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode April 2024 sebesar US$ 857,62 per metrik ton (MT).
Harga referensi CPO April 2024 meningkat US$ 58,72 atau 7,3% dari periode bulan sebelumnya yang tercatat US$ 798,90 per MT.
Penetapan referensi CPO untuk BK April 2024 tertuangdalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 416 Tahun 2024 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan BLU BPD-PKS Periode April 2024.
Baca Juga
“Saat ini HR CPO mengalami peningkatan yang menjauhi ambang batas sebesar US$ 680 per MT," ucap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3/2024).
Menurut Budi, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini, pemerintah akan mengenakan BK CPO sebesar US$ 52 per MT dan pajak ekspor (PE) CPO sebesar US$ 90 per MT untuk periode April 2024.
HR CPO, kata Budi, ditetapkan berdasarkan rata-rata harga pada periode 25 Februari-24 Maret 2024 di Bursa CPO di Indonesia sebesar US$ 830,85 per MT, Bursa CPO di Malaysia US$ 884,39 per MT, dan Pasar Lelang CPO Rotterdam US$ 971,60 per MT.
Baca Juga
Nilai Ekspor Bulanan Batu Bara dan CPO Naik, Besi dan Baja Rontok
Budi Santoso menjelaskan, berdasarkan Permendag Nomor 46 Tahun 2022, bila terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari US$ 40, maka perhitungan HR CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median.
“Peningkatan HR CPO ini dipengaruhi oleh peningkatan harga minyak nabati di Tiongkok dan AS, fluktuasi kurs rupiah dan ringgit terhadap dolar AS, peningkatan permintaan untuk biodiesel, serta penurunan produksi di Indonesia,” papar Budi.

