Harga Minyak Nabati Dunia Bakal Melesat, Sekuritas Ini Sarankan Buy Saham CPO
JAKARTA, Investortrust.id –Oil World memperkirakan harga minyak sawit (CPO) global akan menguat dalam waktu dekat. Hal ini dipicu penurunan suplai dunia. Sedangkan harga saat ini dinilai sudah tak merefleksikan kondisi mendatang.
UOB Kay Hian Sekuritas dalam risetnya menyebutkan potensi penguatan harga CPO juga didasarkan pernyataan Executive Director Oil World Thomas Mielke dalam salah satu seminar di Malaysia yang menyebutkan bahwa harga minyak nabati dunia saat ini belum mencerminkan kondisi. Pertama, saat ini harga minyak nabati dunia belum mencerminkan prediksi produksi global dengan ekspektasi defisit tahun 2024.
Baca Juga
Kedua, penguatan harga minyak sawit diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan mendatang, karena rentang perbedaan harga CPO dengan minyak nabati lainnya terlalu jauh.
“Harga minyak nabati seharusnya sudah mulai terapresiasi melihat potensi penurunan suplai global tahun depan. Beberapa data menunjukkan penurunan tersebut, seperti produksi CPO Indonesia turun hingga 4 juta ton sampai Agustus, dibandingkan tahun lalu. Begitu juga dengan produksi minyak nabati lainnya di global cenderung melemah,” tulis riset UOB Kay Hian Sekuritas yang diterbitkan analsi Jacquelyn Yow dan Leow Huey Chuen, kemarin.
Baca Juga
Ketiga, harga kedelai dapat tertekan dalam beberapa bulan mendatang akibat peningkatan volume dan di sisi lain permintaan untuk pangan relatif turun. “Kami memperkirakan harga CPO terapresiasi setidaknya ke level US$ 1.000 per ton dalam 4-6 bulan mendatang, dibandingkan posisi saat ini berkisar US$ 860 per ton,” terangnya.
UOB Kay Hian menyebutkan bahwa penguatan harga CPO bisa terjadi mulai Oktober 2023 hingga September 2024, apalagi dalam rentang tersebut rata-rata produksi CPO relatif melemah yang memicu penurunan stok global.
Berbagai faktor tersebut mendorong UOB Kay Hian Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten sektor CPO. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan rata-rata harga jual CPO akan berada dalam rentang RM 3.800-4.200 per ton. Rekomendasi tersebut juga menggambarkan ketidakpastian cuaca ikut memicu kenaikan harga minyak nabati global.
Baca Juga
Penguatan Berlanjut, Market Cap Amman Mineral (AMMN) Bayangi Bayan (BYAN)
Kondisi tersebut mendorong UOB Kay Hian Sekuritas untuk merekomendasikan para pemodal mulai mengakumulasi saham produsen CPO dengan volume produksi besar. “Kami memperkirakan harga minyak tren naik mulai kuartal IV-2023 akibat penurunan suplai global. Sedangkan saham pilihan AALI dan TAPG,” terangnya.
UOB Kay Hian Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan target harga Rp 7.425 dan PT Triputra Agro Tbk (TAPG) dengan taret harga Rp 555. Sedangkan saham PT PP Lonsum Tbk (LSIP) direkomendasikan hold dengan target harga Rp 990.

