Pemerintah Ajak para Insinyur Kembangkan Bahan Bakar Nabati
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak keluarga besar Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKKPII) bersama mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut, pengembangan BBN saat ini menjadi fokus utama dalam upaya mencapai kedaulatan energi dengan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.
Baca Juga
HIP BBN Biodiesel Bulan November 2024 Dipatok Rp13.384 per Liter
"Terget kami adalah kedaulatan energi. Pak Menteri ESDM sudah meminta saya untuk melakukan persiapan mandatori, selain yang biodiesel, kita akan masuk mandatori untuk bioavtur. Kami akan buka mandatorinya, nanti produksinya tidak selalu harus dari BUMN. Jadi kita akan buka juga dari swasta," kata Dadan dalam keterangannya, Senin (11/11/2024).
Untuk itu, Dadan mengajak BKKPII berkolaborasi bersama pemerintah mengembangkan BBN, baik biodiesel maupun bioavtur di Indonesia. Hal ini juga dilakukan demi mengurangi emisi karbon yang sudah sangat menumpuk.
"Kalau bicara Energi Baru Terbarukan (EBT), ya pasti urusannya PI, BKK-PI. Untuk itu, saya kalau boleh mengajak PII dan BKK-PI mempunyai konsen tentang hal ini, khususnya bagaimana mendorong bioavtur yang pasti memerlukan kilang," ucap Dadan.
Kementerian ESDM, lanjut Dadan, merupakan Kementerian teknis yang mengelola sumber daya alam mineral, batubara, minyak bumi dan mengelola sumber daya alam yang terkait dengan EBT yang urusannya sangat teknis tentu memerlukan para insinyur.
"Kami melakukan kegiatan mulai dari survei, kemudian diikuti dengan eksplorasi dan eksploitasi. Setelah itu, baru kegiatan untuk manufacturing. Di sini kami melihat betapa pentingnya dari sisi PI sebagai insinyur dan melihat betapa pentingnya dari Badan Kejuruhan Kimia yang akan nanti mengelola menghasilkan produk bahan bakar atau menghasilkan komoditi lain," terang dia.
Baca Juga
Kementerian ESDM Tetapkan HIP BBN Bioetanol November 2024 Rp14.039 per Liter
Sebagai informasi, realisasi pemanfaatan biodiesel untuk domestik mencapai 12,2 juta kilo liter (KL) pada 2023. Realisasi tersebut melampaui 114,5% dari target yang ditetapkan sebesar 10,65 juta KL.
Di samping itu, pemerintah juga terus melakukan diversifikasi jenis BBN di Indonesia, seperti memanfaatkan sustainable aviation fuel (SAF) Bioavtur J2.4, market trial bioethanol, menetapkan spesifikasi, dan memberlakukan ketentuan standar dan mutu bensin bioetanol untuk dipasarkan di dalam negeri.

