Harga Tiket Melonjak, MTI Imbau Operator Maskapai Patuhi Ketentuan Tarif Batas Atas
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengimbau operator penerbangan (maskapai) untuk patuh pada regulasi tarif batas atas (TBA) maupun tarif batas bawah (TBB) pada periode Angkutan Lebaran 2024/1445 Hijriah.
TBB tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) No. KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Imbauan tadi disampaikan oleh Ketua Umum MTI, Tory Damantoro di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta Selatan.
Baca Juga
Antisipasi Kemacetan dan Kecelakaan Angleb 2024, MTI Usulkan 3 Pola Strategi Ini
"Yang paling penting adalah penggunaan tarif (tiket) tersebut dalam rangka untuk manajemen pola perjalanan, di mana tiket itu semakin mahal ketika mendekati hari H (lebaran), tetapi begitu hari H (lebaran) menjadi murah sehingga orang bisa tersebar. Sehingga mereka akan membuat perjalanan yang lebih equal, dia bisa pulang duluan dan lebih murah, dan sebagainya," jelas Tory, Senin (1/4/2024).
Adapun yang dimaksud Tory terkait pola manajemen perjalanan adalah pemudik, baik pengguna jalan tol, bus, kereta api, kapal, dan pesawat, untuk menggunakan keberangkatan dan/atau kepulangan pada masa-masa demand rendah, di mana MTI mengusulkan pemberlakuan kenaikan tarif progresif atau tarif diskon pada masa Angleb Tahun 2024, dalam rentang H-7 sampai dengan H+7.
Sebelumnya pada 21 Maret 2024, Pendiri Lion Air Rusdi Kirana telah meminta perusahaannya untuk memberikan promo tiket di tengah melonjaknya harga tiket pesawat belakangan ini.
Dia mengaku sudah meminta perusahaannya untuk memberikan promosi harga tiket ketika high season.
Baca Juga
"Tapi, karena ini menjadi sensitive issue saya sudah mintakan orang niaga Lion Air memberikan promosi harga, misalnya kalau penerbangan Jakarta-Medan lagi banyak, dikasih promo," kata dia pada kesempatan lalu di Batam.
Rusdi juga berharap langkah Lion Air itu bakal menjadi penyeimbang ketika harga tiket pesawat naik karena permintaan yang banyak. "Supaya kembali ada keseimbangan," pungkas dia.

