Kebutuhan Listrik Diproyeksi Tumbuh 3,6-4,2% per Tahun hingga 2060
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu memproyeksi kebutuhan tenaga listrik Indonesia akan tumbuh rata-rata 3,6-4,2% per tahunpada 2024 hingga 2060.
“Proyeksi kebutuhan tenaga listrik tersebut akan menentukan besaran kebutuhan tambahan pembangkit dan infrastruktur penyediaan tenaga listrik lainnya dan besaran emisi CO2,” ungkap Jisman dalam paparannya untuk pameran Hari Listrik Nasional Ke-78 - Enlit Asia 2023 bertajuk Strengthening Asean Readiness in Energy Transition di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (14/11/2023)
Jisman menerangkan bahwa kebutuhan listrik akan bertumbuh dari 3,6% (skenario rendah) hingga 4,2% (skenario tinggi) per tahun dengan skenario sedangnya adalah 3,9% per tahun. Angka konsumsi listrik per kapita pada tahun 2060 diproyeksi sekitar 4.000 kWh dalam skenario rendah dan 5.000 kWh di skenario tinggi. Sedangkan dalam skenario sedang, konsumsi listrik per kapita akan berkisar 4.500 kWh.
Lebih lanjut, Kementrian ESDM memproyeksikan bahwa kebutuhan listrik Indonesia pada tahun 2060 akan didominasi oleh sektor industri sebesar 47% kemudian dilanjut oleh sektor rumah tangga sebesar 21%, sektor bisnis 15%, kendaraan listrik 7%, publik 5% dan produksi hidrogen hijau untuk sektor industri dan transportasi 4%.
Sedangkan pada produksi listrik sendiri akan didominasi oleh berbagai jenis sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, pasang surut, air, bioenergi, geothermal, ammonia (NH3), dan hidrogen (H2).
Di sisi lain, untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, pemerintah telah menetapkan program pengembangan energi terbarukan sebagai strategi jangka panjang ketenagalistrikan nasional yang tercantum di Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional. (CR-4)
