Anak Buah Zulhas Ungkap 2 Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng
JAKARTA, Investortrust.id - Harga minyak goreng curah mengalami kenaikan sebesar 0,33% menjadi Rp 15.010 per liter, dan minyak goreng kemasan sederhana naik 0,29% menjadi Rp 17.320 per liter.
Data tersebut dihimpun dari panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim mengungkapkan, kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di tingkat global sedang naik, sehingga mengakibatkan harga minyak goreng naik.
Baca Juga
Dirut Bulog Pastikan Verifikasi Data Bantuan Beras Segera Rampung
"Ya enggak mungkin turun karena kan harga CPO-nya naik. Tapi kan sedang kita evaluasi," ucap Isy Karim di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2024).
Selain itu, menurut Isy, faktor pendukung kenaikan harga minyak goreng curah adalah dikarenakan realisasi kepatuhan kewajiban pasok pasar dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) yang belum mencapai target.
Pasalnya diketahui hingga 25 Januari 2024, realisasi DMO baru tercapai 155.000 ton atau 52% dari target 300.000 ton per bulan.
Baca Juga
Harga Minyak Bergolak Setelah Serangan Drone Tewaskan Tiga Tentara AS di Timur Tengah
"Target DMO juga belum bisa mencapai, biasanya kan rata-rata sekitar 86% sampai 90%. Nah sekarang target DMO juga enggak tercapai," terangnya.
Lebih lanjut, anak buah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas ini pun mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat terkait kenaikan harga minyak goreng itu.
"Evaluasi per tim kecil sudah secara teknis, tinggal nanti setelah itu akan dibahas dengan tim besar. Tim teknis kecil itu kan kayak Kemendag, Kemenperin, Kemenko Marves," tandas Isy.

