Mendag Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng hingga Cabai Meroket
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan penyebab harga sejumlah bahan pokok pangan terus melonjak. Di antaranya adalah minyak goreng, daging ayam ras, telur ayam ras hingga cabai.
Menteri yang akrab disapa Zulhas ini pun menjelaskan kenaikan harga komoditas minyak goreng meningkat dipicu karena realisasi domestic market obligation (DMO) yang menurun pada Februari 2024 jika dibandingkan dengan Januari 2024.
"Realiasi DMO hingga Februari 2024 mencapai 123.536 ton, baru mencapai 41,2%. dari target pemenuhan 300.000 ton," ucap Mendag Zulhas dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (13/3/2024).
"Sisi positif adalah proporsi minyak kita terjaga di atas 41% dengan proporsi minyak curah 56.952 ton dan 66.555 ton dari total pasokan. Kenaikan harga minyak goreng curah tidak bisa dihindari karena realisasi DMO minyak goreng curah," tambahnya.
Baca Juga
Pemda Diminta Gelar Operasi Pasar, Kendalikan Lonjakan Harga Beras
Sementara itu, untuk pemicu kenaikan harga daging dan telur ayam ras dikarenakan harga jagung pakan yang meningkat, yakni di tingkat peternak nasional mencapai Rp 8.630 per kilogram atau naik 10,06% dibandingkan Januari 2024.
Kendati demikian, Mendag mengklaim harga jagung pakan di tingkat peternak nasional kini sudah mulai menurun. Diharapkan hal tersebut bisa membuat harga telur dan daging ayam ras juga ikut menyusut.
"Tiga hari yang lalu sudah turun Rp 5.200 per kg, saya cek meraka beli jagung sudah Rp 5.200 per kg. Sehingga diharapkan menurunkan biaya pokok produksi di tingkat peternak," terang Zulhas.
Adapun untuk harga cabai, Ketua Umum PAN ini mengatakan kenaikan disebabkan oleh turunnya pasokan di sentra-sentra cabai akibat dampak dari hujan ekstrem. Namun, ia memprediksi pasokan akan normal ketika memasuki lebaran mendatang.
"Berbagai stabilisasi harga cabai antara lain penguatan koordinasi oleh dinas teknis, sharing data, dan optimalisasi pemanfaatan BTT, dan memfasilitasi antarwilayah antarpulau dari wilayah produksi ke wilayah konsumsi," tandasnya.

