Anak Buah Zulhas Ungkap Penyebab Harga Bawang Putih Meroket, Ini Katanya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso mengungkapkan alasan harga bawang putih melonjak, khususnya menjelang perayaan Idulfitri 2024 beberapa hari lalu.
Budi menjelaskan, kenaikan harga salah satu komoditas pangan tersebut dikarenakan permintaan yang tinggi. Ia pun mengklaim bukan disebabkan oleh masalah impor yang terlambat.
“Permintaan meningkat. Kalau dari antisipasi dengan impor itu sudah. Jadi impornya enggak ada yang terlambat,” ucap Budi saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Rabu (10/4/2024).
Adapun, anak buah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas ini mengaku sudah melakukan persetujuan impor bawang putih sebanyak 244 ribu ton. Sehingga, menurutnya, stok itu akan mencukupi kebutuhan hingga Juli mendatang.
“Jadi kita itu, impor yang dikeluarkan kan sudah 244 ribu ton, sementara kemarin persediaan akhir tahun itu 96 ribu ton. Jadi sampai bulan Juli itu tercukupi,” ungkapnya.
“Memang kemarin realisasinya sekitar 75 ribu ton. Jadi kita ngejar importir supaya cepat merealisasikan,” tambah Budi.
Diketahui sehari jelang Lebaran, yakni pada 9 April kemarin harga bawang putih bonggol yang naik 1,54% dan harganya menjadi Rp 43.500 per kilogram. Angka itu dilihat berdasarkan data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas).

