Mendag Zulhas Larang Impor Bawang Merah meski Harganya Terus Meroket
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas melarang seluruh pihak untuk melakukan impor bawang merah. Hal tersebut ditegaskan Zulhas meski saat ini harga komoditas pangan tersebut terus melonjak.
"Bawang merah enggak ada impor, enggak ada, enggak bisa, enggak boleh. Jadi tidak ada impor bawang merah, tidak ada, jelas ya," ucapnya saat ditemui di Gedung Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2024).
Mendag Zulhas pun menambahkan bahwa bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang bisa ditanam di Indonesia, sehingga ia melarang adanya opsi importasi. Jika hal tersebut terjadi, dirinya tak ragu untuk menindak pihak mana pun yang melakukan impor bawang merah.
Baca Juga
Harga Bawang Merah Meroket hingga Rp 80.000 per Kg, Bapanas Bongkar Penyebabnya
"Mau naik, enggak naik (harga), bawang merah kita bisa tanam, tidak ada impor. Kalau ada masuk bawang merah dari luar kita sikat, nah sudah, gitu aja," tegas Mendag Zulhas.
Adapun, Mendag Zulhas mengungkapkan salah satu penyebab kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh wilayah yang menjadi sentra produksi, yakni Brebes, Kendal, dan Demak mengalami banjir. Sehingga pasokan menjadi tersendat, dan harga menjadi tinggi.
"Ya bawang kan banjir kemarin sebentar itu incidental ya. Ya minggu depan mudah-mudahan sudah turun," tambah dia.
Berdasarkan data panel harga Bapanas pada Kamis (25/4/2024), harga bawang merah rata-rata nasional melonjak ke angka Rp 53.430 per kilogram. Namun pada wilayah Papua Tengah, harga komoditas pangan ini mencapai Rp 81.620 per kilogram.

