Tarik Minat Investor Global, Holding Kawasan Industri Kantongi Komitmen Rp 2,5 Triliun di London
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Danareksa (Persero) selaku Holding Kawasan Industri Indonesia sukses mengamankan komitmen investasi senilai sekitar Rp 2,5 triliun dari investor asal Inggris dan Belanda. Capaian gemilang ini diraih di sela ajang Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 yang berlangsung di London, Inggris.
Komitmen tersebut semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi global yang dipercaya dunia internasional, sekaligus di harapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan investasi yang melibatkan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kerja sama strategis ini mencakup pemanfaatan lahan industri di JIEP serta pengembangan ekosistem infrastruktur digital di KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah.
Prosesi penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Duta Besar RI untuk Inggris Raya Desra Percaya.
Bukti Nyata Kepercayaan Global
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa realisasi investasi nasional pada periode Januari hingga September 2026 telah menyentuh angka Rp 1.539,2 triliun atau tumbuh sebesar 7,3 persen. Menariknya, separuh dari total realisasi tersebut berasal dari kontribusi investor global.
"Realisasi investasi ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia, terhadap transformasi yang kami jalankan, serta arah jangka panjang Indonesia," ujar Rosan.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong kawasan industri agar bertransformasi menjadi destinasi investasi jangka panjang bagi pemain global. Dengan demikian, seluruh rantai nilai industrialisasi dapat dikelola secara optimal guna memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam negeri.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Holding Kawasan Industri Indonesia, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa kesepakatan di London ini menjadi bukti konkret bahwa investor global memandang holding ini sebagai mitra yang terpercaya.
"Menghadirkan ekosistem industri modern yang terintegrasi, dengan layanan andal, SDM berkualitas, serta berorientasi pada keberlanjutan adalah komitmen utama kami," kata Ngurah.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan JIEP, Leonnardo Feneri, menjelaskan bahwa kerja sama dengan perusahaan investasi asal Inggris, BlackInk Co-operation Limited, akan segera ditindaklanjuti ke tahap yang lebih konkret.
"BlackInk akan merealisasikan investasi di JIEP dan diproyeksikan membuka ratusan lapangan kerja. JIEP sendiri telah menyiapkan lahan yang cukup dengan dukungan utilitas listrik dan air yang memadai untuk menunjang investasi tersebut," jelas Leonnardo.
Sementara itu, Direktur Utama KITB, Marfan Trihartiko, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis KEK Industropolis Batang dalam mengakselerasi transformasi digital.
"Kami berharap pengembangan infrastruktur digital ini dapat membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri berteknologi tinggi, memfasilitasi transfer pengetahuan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Batang dan Jawa Tengah secara keseluruhan," tutur Marfan.
Seluruh rangkaian kesepakatan ini berjalan selaras dengan visi Danantara Indonesia yang menempatkan Holding Kawasan Industri Indonesia sebagai tulang punggung daya tarik investasi nasional. Langkah ini juga merefleksikan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam hal penciptaan lapangan kerja berkualitas, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, serta penguatan nilai tambah domestik.
Ke depan, kawasan industri diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi pusat manufaktur, melainkan bertransformasi menjadi akselerator ekonomi yang mengusung konsep kota industri modern (township), di mana aktivitas industri dan kehidupan masyarakat dapat tumbuh secara harmonis.
"Amanah yang diberikan Danantara Indonesia mendorong kami untuk menjadikan kawasan industri Indonesia sebagai destinasi investasi dunia, sehingga setiap investasi yang berlabuh memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Ngurah.
Sebagai informasi, Holding Kawasan Industri Indonesia saat ini mengelola tujuh kawasan strategis dengan total luas mencapai 7.706 hektare yang tersebar di enam provinsi. Kawasan-kawasan ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 1.200 tenant dari 25 negara, menghimpun akumulasi investasi lebih dari USD 10 miliar, serta sukses menyerap lebih dari 300.000 tenaga kerja.
