Gubernur BI: Penilaian MSCI Hambat Minat Investor Asing ke Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan bahwa pengumuman Morgan Stanley Capital International memberi persepsi tersendiri bagi investor asing. Menurutnya, pengumuman MSCI tersebut menghambat minat investor global untuk memarkirkan dananya di pasar keuangan Tanah Air. Padahal, investor asing sejatinya sangat menyayangkan situasi tersebut karena menilai Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian pasar global.
“Dia (investor asing) sangat menyayangkan, karena mereka bilang saya suka sekali dengan Indonesia, sekarang saya mau investasi di mana lagi,” ucap Destry, saat Rapimnas Kadin Indonesia 2026, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Destry juga mengatakan sejatinya investor melihat pasar saham Amerika Serikat (AS) saat ini pun menyimpan risiko yang besar. Sebab, valuasi pasar saham di negeri Paman Sam sudah mencapai 2,4 kali dari PDB-nya. Lonjakan valuasi tersebut dipicu oleh pesatnya perkembangan sektor teknologi yang terus mengalami kenaikan harga tanpa kepastian titik puncaknya.
“Stock market-nya (AS) itu juga sangat didominasi oleh teknologi, dan kita tahu teknologi kan harganya naik terus, kita nggak tau ini sampai dimana titiknya. Jadi artinya ini juga membuat mereka khawatir,” kata dia.
Di sisi lain, pasar keuangan Eropa juga dinilai belum memadai bagi investor karena sebagian besar negara di kawasan tersebut sedang mengalami gejolak ekonomi akibat tingginya rasio utang serta pelebaran defisit anggaran.
Baca Juga
Hashim Minta Anggota Kadin Tak Goreng Saham, Bisa Bikin Rupiah Tembus Rp 22.000 per Dolar AS
“Sebagian besar di Eropa memang mereka debt ratio itu tinggi sekali, dan budget-nya mereka juga defisitnya lebar sekali," kata dia.
Dengan sejumlah permasalahan yang terjadi investor asing menilai Asia masih menjadi salah satu alokasi potensial untuk menaruh uang. Salah satu negara yang dinilai berpotensi tentunya adalah Indonesia.
Akan tetapi, saat ini Indonesia tengah disorot oleh MSCI. Melihat hal tersebut, BI dan Otoritas Jasa Keuangan(OJK) bergerak cepat untuk melakukan pembenahan di pasar modal.
Bahkan, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) turut melakukan koordinasi erat untuk memperkuat pasar keuangan dan fundamental perekonomian domestik.
“Kami juga KSSK sudah rapat, kita juga bersama-sama berusaha untuk menenangkan para investor, para global investor, padahal tidak menunjukkan bahwa secara fundamental kita oke,” ujar dia.
