Targetkan Implementasi Januari 2027, Pemerintah Pacu Penandatanganan IEU-CEPA di November
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah Indonesia menargetkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat resmi diimplementasikan mulai Januari 2027. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mengantisipasi hilangnya fasilitas tarif khusus Generalised System of Preferences (GSP) dari Uni Eropa yang juga akan habis pada waktu bersamaan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan bahwa proses penandatanganan berkas IEU-CEPA ditargetkan selesai pada November mendatang. Kepastian ini menjadi krusial untuk menjaga daya saing industri dalam negeri di kawasan Eropa saat skema GSP resmi dihentikan.
"Nanti IEU-CEPA mudah-mudahan November sudah bisa ditandatangani, IEU-CEPA mudah-mudahan Januari 2027 sudah diimplementasikan, karena pada Januari 2027 fasilitas tarif khusus GSP sudah tidak berlaku," ujar Budi Santoso dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2026 di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga
I-CA CEPA Berlaku Desember 2026, Ekspor RI ke Kanada Ditargetkan Meroket
Mendag menegaskan bahwa esensi dari kerja sama perdagangan internasional tidak sebatas berfokus pada capaian surplus atau defisit neraca perdagangan semata. Fokus utamanya adalah mendorong kemajuan industri domestik serta memperluas jangkauan ekspor nasional ke negara-negara mitra.
Menurutnya, kesepakatan dagang berfungsi sebagai sarana utama dalam mempermudah penetrasi produk-produk Indonesia ke pasar internasional. Hingga kini, Indonesia telah meratifikasi dan menjalankan 25 perjanjian perdagangan internasional, sementara 13 perjanjian lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian.
"Kenapa akhirnya kita harus mempunyai banyak perjanjian perdagangan? Salah satunya adalah bagaimana kita banyak melakukan hubungan sehingga memudahkan perdagangan kita berjalan dengan baik," ungkapnya.
Mengingat status hak atas fasilitas GSP bagi Indonesia dipastikan berakhir per 1 Januari 2027, pemerintah terus menggenjot penyelesaian seluruh dokumen terkait. Targetnya, berkas kesepakatan dapat segera diajukan ke Parlemen Eropa pada awal November.
Saat ini, fokus utama pemerintah adalah merampungkan penerjemahan dan kelengkapan dokumen resmi dalam bahasa Inggris. Tahapan ini sangat menentukan sebelum berlanjut ke sidang Parlemen Eropa serta ratifikasi domestik, demi menjamin transisi yang lancar dari fasilitas GSP menuju IEU-CEPA.
