'Flyover' Bulak Kapal Bekasi Mulai Dibangun November 2026, Telan Biaya Rp 188 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana memulai pembangunan Flyover Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur pada November 2026. Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 188 miliar, dengan target penyelesaian pada kuartal I 2028.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, pembangunan flyover tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mencegah kecelakaan serupa yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan kereta api jarak jauh di kawasan Bekasi Timur pada 27 April 2026.
"Jadi ini adalah solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa sekaligus untuk mengurai bottleneck atau kemacetan yang ada di Bulak Kapal ini, sehingga perlu dibangun flyover," kata AHY saat meninjau langsung lokasi pembangunan flyover, dikutip melalui siaran langsung akun Instagram @agusyudhoyono, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga
RI Incar Jadi 'Raja' Data Center ASEAN, AHY Ingatkan Ancaman Krisis Air
Menurut AHY, keberadaan perlintasan sebidang (JPL) tidak hanya berpotensi menimbulkan kecelakaan, tetapi juga menjadi salah satu penyebab kemacetan.
"Sebetulnya sudah cukup lama ini dinantikan oleh masyarakat. Dan kali ini kami ingin betul-betul mengawal agar bisa mengurangi potensi kecelakaan akibat perlintasan sebidang antara kendaraan darat dengan kereta, dan sekaligus mengurai kemacetan," ungkapnya.
AHY turut menjelaskan, Flyover Bulak Kapal akan memiliki bentangan sepanjang 500 meter. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memisahkan arus kendaraan dari jalur kereta api sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan aman.
Adapun anggaran pembangunan flyover diperkirakan mencapai Rp 188 miliar. Sementara itu, biaya pembebasan lahan sekitar Rp 126 miliar menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi.
Desain konstruksi flyover juga akan memperhatikan standar keselamatan yang ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, termasuk ketinggian ruang bebas atau clearance sekitar 7,5 meter dari jalur kereta.
AHY berharap pembangunan dapat dimulai pada November 2026 dan rampung pada 2028. Namun, penyelesaian pembebasan lahan menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan agar proyek tidak terkendala.
"Nanti kami kawal bareng-bareng Pak Wali Kota (Tri Adhianto Tjahyono), Pak Deputi (Nazib Faisal) ya. Nanti kami pastikan kalau ada sejumlah aset tanah milik pemerintah yang juga bisa kita segera koordinasikan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar mengatakan, pembangunan Flyover Bulak Kapal direncanakan berlangsung selama 16 bulan. Dengan durasi tersebut, proyek ditargetkan rampung pada kuartal I 2028.
"Pelaksanaan direncanakan 16 bulan. Ditargetkan di triwulan I 2028 selesai. Mudah-mudahan kami bisa lakukan percepatan, lahan selesai, utilitas selesai, kita coba lakukan percepatan-percepatan," ucap Roy.
Kemudian, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengungkapkan, masih ada sekitar 36 bidang tanah yang dalam proses pembebasan. Sebagian lahan tersebut merupakan aset milik Perum Jasa Tirta (PJT), Kementerian Sosial, serta fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).
Baca Juga
Menko AHY Ungkap Denda Penggunaan Air Rp 325 Miliar, Baru 22% Dibayar
"Ini yang sedang kami rumuskan agar ada upaya percepatan. Tadi sudah saya sampaikan ke Pak AHY, untuk bisa membantu komunikasi sehingga tidak menghambat terkait dengan proses," tutur Tri. Ia berharap sisa proses pembebasan lahan dapat diselesaikan pada 2 November 2026.
Perlu diketahui, wacana percepatan pembangunan Flyover Bulak Kapal mengemuka setelah kecelakaan yang melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan 123 penumpang KRL yang berada di gerbong khusus perempuan menjadi korban. Sebanyak 16 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan, sedangkan 107 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
