Jembatan Kemang Pratama Bekasi Dibangun Tanpa Pilar, Telan Anggaran Rp 60 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah membangun kembali Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan desain tanpa pilar dan membentang sekitar 80 meter. Pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 60 miliar melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, desain baru jembatan tersebut dibuat untuk mengantisipasi kejadian banjir yang sebelumnya menyebabkan jembatan lama roboh pada Maret 2025.
"Setelah itu kita tinjau dan tentunya untuk segera memperbaiki kondisi jembatan ini, saya meminta kita semua bersama-sama dengan cepat kita merencanakan perbaikannya. Dan alhamdulillah sudah dibangun kembali bahkan dengan desain yang baru, yang tadinya menggunakan pilar-pilar dan itulah yang sering menyebabkan sampah nyangkut," kata AHY saat mengecek Jembatan Kemang Pratama, Bekasi, dikutip melalui siaran langsung akun instagram @agusyudhoyono pada Jumat (30/10/2026).
AHY menjelaskan, jembatan baru tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter tanpa pilar di bagian tengah. Ketinggiannya juga disamakan dengan jembatan di sebelahnya, berbeda dengan konstruksi sebelumnya yang lebih rendah.
Baca Juga
Bukan Hanya Pipa Bocor, AHY Ungkap SPAM 28.000 Liter per Detik Juga Belum Beroperasi
"Dengan demikian harapannya ada ruang yang masih tetap aman (clearance area) dari permukaan air pada kondisi tertinggi dengan posisi jembatan saat ini," ujar dia.
Menurut AHY, desain baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan jembatan ketika menghadapi curah hujan tinggi pada November hingga Desember 2026. Meski demikian, dia mengingatkan kondisi banjir di wilayah hilir seperti Kota Bekasi juga dipengaruhi kondisi lingkungan di wilayah hulu.
AHY menyebutkan, kerusakan wilayah, penyalahgunaan tata ruang, berkurangnya daerah resapan air, pendangkalan, sedimentasi, hingga sampah di sungai dapat berdampak terhadap masyarakat di wilayah hilir.
"Kalau terjadi kerusakan wilayah, penyalahgunaan tata ruang, kemudian daerah resapannya juga berkurang, menjadi pendangkalan, sedimentasi di sana-sini, sampah nyangkut di sana-sini, itu pasti akan berdampak pada masyarakat yang ada di wilayah hilir termasuk di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor pertama ini," ucap dia.
Selain itu, AHY mengungkapkan, jembatan tersebut telah menjalani pengujian kapasitas tonase sekitar 1 ton per meter persegi menggunakan kendaraan besar, termasuk truk.
Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan, beroperasinya kembali jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan menuju pasar, sekolah, dan pusat produksi.
"Ini menggunakan anggaran kurang lebih Rp 60 miliar dari program IJD, Inpres Jalan Daerah. Ini juga yang senantiasa menjadi perhatian dan arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa pada akhirnya infrastruktur itu harus langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kita," terang AHY.
Sebelumnya, Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, roboh akibat banjir besar pada Selasa (4/3/2025). Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan Kali Bekasi.
Saat meninjau lokasi pada 6 Maret 2025, AHY meminta Satuan Zeni TNI AD membantu penanganan sementara dengan menyiapkan jembatan yang dapat dibangun secara cepat selama masa bencana.
AHY juga meminta pengerahan 100 personel TNI AD untuk membantu penanganan bencana. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum direncanakan melakukan pembangunan kembali jembatan secara permanen.
