Kereta Gantung Bakal Dibangun di Sari Ater, Telan Biaya Rp300 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia bakal menambah obyek wisata yang dilengkapi dengan fasilitas kereta gantung atau cable car. Fasilitas tersebut rencananya dibangun di Sari Ater Hotel & Resort di Subang, Jawa Barat.
Kereta gantung di Sari Ater akan dibangun bekerja sama dengan Pomagalski S.A. atau POMA, perusahaan kereta gantung asal Prancis. Teknologi yang digunakan oleh kereta gantung tersebut bakal lebih modern dibandingkan dengan kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
“Selama ini yang kita tahu cable car hanya ada di TMII dan Ancol dari tahun 1970-an. Itu sudah lama sekali. Padahal, kalau kita berwisata ke negara lain, kita suka naik cable car yang lebih modern, dan mudah-mudahan kita bisa segera punya cable car," ujar Representatif POMA Panca Rudolf Sarungu di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2024).
Baca Juga
Sandiaga Uno Pastikan Coret Wacana Iuran Pariwisata dari Pembahasan ITF
Panca menjelaskan, kereta gantung yang dibangun di Sari Ater menelan biaya hingga Rp 300 miliar. Rencanannya, kereta gantung tersebut akan melalui rute Sari Ater-Tangkuban Perahu-Orchid Forest-Maribaya-Lembang.
Namun, untuk tahap awal kereta gantung tersebut hanya akan membentang di dalam kawasan Sari Ater. Menurut Panca, pertimbangannya adalah perizinan kemudahan perizinan agar proyek bisa segera dieksekusi.
"Karena ini kan first space, karena kita mau bangun yang pendek dulu di dalam kawasan karena supaya lebih mudah dalam perizinannya sendiri kami sudah hampir aman,” ungkapnya.
Panca belum bisa memastikan kapan pembangunan kereta gantung di Sari Ater akan dimulai. Namun yang jelas, kerja sama antara PT Sari Ater dan POMA akan disahkan pada Juni 2024 mendatang.
Baca Juga
Dorong Pariwisata Indonesia, Presiden Jokowi Pimpin Rapat Persiapan World Water Forum Ke-10
Panca optimistis keberadaan kereta gantung di Sari Ater bakal mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata tersebut. Setiap tahunnya, kawasan wisata pemandian air panas itu dikunjungi setidaknya 1,7 juta wisatawan.
Pada kesempatan yang sama, Representative POMA Sapta Nirwandar mengungkapkan, kabel yang akan digunakan oleh kereta gantung di Sari Ater sudah disiapkan. Tinggal menunggu kabin kereta gantung dan pembangunan tiang yang masih menunggu kepastian dari investor.
"Kabelnya sudah siap semua tinggal kereta gantungnya yang harus disiapkan. Kalau berjalan lancar, proyek cable car ini sudah bisa jalan bulan Oktober 2024 nanti asalkan sudah ada investornya," katanya.
Mantan Wakil Menteri Pariwisata itu menyebut sudah ada calon investor yang siap mendanai pembangunan kereta gantung di Sari Ater. Namun, dia belum bisa mengungkapkan siapa investor yang dimaksud.
"Belum bisa kita ungkap [investornya], mudah-mudahan ini bisa terwujud dan kita bisa punya tempat wisata dengan cable car di tahun ini," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Sari Ater Herrie Hermanie Soewarma mengatakan hadirnya kereta gantung akan mendukung rencana perluasan kawasan wisata tersebut. Rencananya, pihaknya akan memperluas Sari Ater hingga 400 hektare (Ha).
Untuk tahap awal pengembangan kawasan akan dilakukan di lahan seluas 100 Ha dan berfokus pada fasilitas pendukung pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (Meetings, incentives, conferences and exhibitions/MICE).
Baca Juga
Heboh Pungutan Iuran Pariwisata via Tiket Pesawat, Begini Respons Kemenhub
"Nanti banyak sekali kegiatan dan sarana pariwisata termasuk MICE. Kalau di Jawa Barat banyak yang berbicara kalau MICE itu harus selalu di Bandung, kalau kami berpikir kenapa nggak di Ciater," kata Herrie.
Rencana pengembangan tersebut menurut Herrie akan didukung oleh pengembangan akses dari dan menuju Subang. Mulai dari Bandara Internasional Kertajati hingga Pelabuhan Internasional Patimban.
Oleh karena itu, pihaknya optimistis jumlah pengunjung Sari Ater bisa terus bertambah. Didukung oleh penambahan fasilitas penunjang, termasuk kereta gantung yang nantinya akan menghubungkan kawasan tersebut dengan obyek wisata lain di sekitarnya.

