IEPA: ESG Bukan Sekadar Laporan, Integritas Perusahaan Jadi Kunci
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Indonesian ESG Professional Association (IEPA) menekankan pentingnya integritas dan tata kelola dalam penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Perusahaan diminta memastikan laporan keberlanjutan yang mencerminkan praktik bisnis yang sebenarnya, bukan sekadar memenuhi kewajiban pelaporan.
Chairman IEPA, Herry Ginanjar menyatakan, laporan keberlanjutan yang disusun perusahaan perlu diuji kesesuaiannya dengan praktik bisnis di lapangan. Dikatakan, laporan yang terlihat baik belum tentu menggambarkan penerapan ESG yang sesungguhnya.
Baca Juga
Investortrust ESG Awards 2026 Apresiasi Praktik Keberlanjutan Perusahaan, Ini Daftar Pemenangnya
“Sustainability report hanya laporan, Anda bisa buat semanis mungkin. Tetapi di balik itu, apakah betul perusahaan menjalankan etika bisnis dengan benar atau tidak? Apakah ada pengelabuan atau dikenal dengan namanya greenwashing atau tidak? Itu menjadi sebuah catatan buat kita,” kata Herry dalam Investortrust ESG Awards 2026 di Glass House, Habitate Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Herry juga menyoroti pentingnya keakuratan dan keterlacakan data dalam pelaporan ESG. Data yang disampaikan perusahaan harus dapat ditelusuri sehingga informasi keberlanjutan yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain pelaporan, Herry menilai kepercayaan investor menjadi aspek penting dalam penerapan ESG. Kepercayaan tersebut turut memengaruhi bisnis perusahaan hingga harga sahamnya.
Dia juga menyinggung perkembangan terkait MSCI sebagai pengingat bagi perusahaan untuk mengevaluasi penerapan tata kelola. Menurut Herry, ESG tidak seharusnya diperlakukan hanya sebagai kewajiban kepatuhan terhadap ketentuan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penerapan ESG, lanjut dia, membutuhkan komitmen dari seluruh jajaran perusahaan, mulai dari komisaris, direksi, hingga manajemen senior. Ihwal itu, prinsip keberlanjutan tidak berhenti pada penyusunan laporan, tetapi menjadi bagian dari praktik bisnis perusahaan.
IEPA sendiri dibentuk sekitar 1,5 tahun lalu dan kini memiliki lebih dari 1.000 anggota. Organisasi tersebut juga mengadakan pertemuan berbagi pengalaman antarpelaku ESG setiap dua bulan serta mendorong pendidikan dan kolaborasi di bidang keberlanjutan.
Baca Juga
Prof. Roy Sembel Beberkan 3 Skrining Awal dan 6 Indikator Penilaian Investortrust ESG Awards 2026
Sementara itu, Managing Editor Investortrust Hari Gunarto menekankan pentingnya data ESG yang memenuhi standar kebutuhan investor. Menurut Hari, data tersebut harus terukur, dapat dibandingkan, dan bisa diverifikasi agar memberikan informasi yang dapat diandalkan dalam pengambilan keputusan investasi.
Investortrust ESG Awards 2026 mengangkat tema “Trust Through Transparency: Investor-Grade ESG for a Resilient Indonesia”. Penghargaan ini mencakup perusahaan tercatat di bursa, perusahaan nontercatat, penerbit obligasi hijau, serta 11 sektor. Malam penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi penerapan ESG, pengelolaan risiko, dan pelaporan keberlanjutan perusahaan.
Selain itu, penghargaan ini mendorong keterkaitan antara ESG dan kinerja keuangan, konsistensi tolok ukur, serta kesiapan perusahaan menghadapi penerapan Pernyataan Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2.
