Moeldoko Sebut Kendaraan Listrik Bisa Tekan Subsidi BBM Rp 264 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko menilai kendaraan listrik (electrical vehicle/EV) berpotensi membantu pemerintah menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, elektrifikasi juga membuka peluang penghematan pengeluaran rumah tangga dan anggaran kesehatan.
Moeldoko menyebut pemerintah mengalokasikan subsidi BBM hingga Rp 264 triliun. Peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik dinilai dapat membantu mengurangi beban tersebut sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi.
Baca Juga
Pemprov DKI Siapkan Rp 5,27 T untuk 10.000 Bus Listrik hingga 2030
“Untuk itu saya selalu tegaskan, pemerintah jangan ragu-ragu untuk memberikan subsidi (ke EV), karena itu dinikmati langsung oleh pemerintah,” kata Moeldoko dalam pembukaan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Moeldoko turut membandingkan biaya penggunaan mobil konvensional yang bisa mencapai Rp 6-8 juta per bulan dengan kendaraan listrik sekitar Rp 800.000. Selisih pengeluaran tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan rumah tangga untuk kebutuhan lain, termasuk pendidikan.
Ia menilai penggunaan kendaraan listrik berpotensi mendukung lingkungan yang lebih bersih. “EV adalah sebuah momentum. Indonesia harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat kapasitas industri dan sumber daya manusia," sambung mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.
Di satu sisi, Ketua Perklindo menegaskan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik perlu diimbangi kesiapan infrastruktur pengisian daya dan pasokan listrik. Moeldoko mengingatkan, ketimpangan antara jumlah kendaraan dan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berpotensi memicu antrean.
Baca Juga
Terima Father of Asian EV Asal Magelang, Wapres Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa
"Pengembangan kendaraan listrik juga membutuhkan kesiapan regulasi, riset, dan tenaga ahli," jelas Moeldoko.
Menurut mantan Panglima TNI itu, kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kendaraan darat, tetapi juga teknologi transportasi listrik di udara dan laut.
Moeldoko menegaskan pemerintah dan pelaku industri perlu menyiapkan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Penguatan infrastruktur, regulasi, riset, dan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar manfaat ekonomi dari elektrifikasi dapat dirasakan lebih luas.
