Kilau Emas Antam (ANTM) Kembali Menguat, Harga Naik Rp 20.000
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (28/10/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,570 juta atau naik Rp 20.000 dari Selasa (27/10/2026) Rp 2,550 juta per gram setelah harga minyak mentah melemah selama 2 hari berturut-turut.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,365 juta atau naik Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 2,345 juta.
Pergerakan emas Antam di tengah emas dunia yang menguat ke sekitar US$ 4.065 per troy ounce pada awal perdagangan Asia, Rabu (28/10/2026),
Baca Juga
Harga Emas Dunia Dekati Level Terendah 3 Bulan, Investor Menanti The Fed
Pelaku pasar menantikan hasil pertemuan kebijakan The Fed pada Rabu. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan Oktober, meskipun kenaikan harga energi sebelumnya telah memicu spekulasi mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan moneter. Data probabilitas pasar yang dikutip dalam laporan menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Rabu hanya sebesar 6,6%. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember tercatat 84,4%.
Selain keputusan suku bunga, investor akan mencermati data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pada Kamis (29/10/2026). PCE merupakan indikator pengeluaran konsumsi pribadi yang digunakan untuk mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Indikator tersebut menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menilai inflasi. Bank sentral AS menargetkan inflasi sebesar 2%, sehingga perkembangan data PCE dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga.
Di pasar energi, harga minyak mentah disebut bergerak dalam rentang konsolidasi yang relatif sempit. Minyak West Texas Intermediate (WTI) bertahan sedikit di atas US$ 100 per barel, sedangkan Brent berada di atas US$ 115 per barel.
Harga minyak yang masih tinggi membuat prospek inflasi tetap menjadi perhatian. Apabila konflik di Timur Tengah kembali memanas, gangguan pasokan energi dapat mendorong harga minyak naik dan meningkatkan tekanan terhadap harga barang serta biaya transportasi.
Kondisi tersebut berpotensi menempatkan bank sentral pada posisi yang sulit. Tekanan inflasi yang bertahan dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter, sementara suku bunga tinggi berpotensi menahan permintaan terhadap emas.
Perhatian pasar juga tertuju pada pernyataan Warsh mengenai lonjakan investasi dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dalam pidatonya, Warsh menyoroti potensi investasi sebagai pendorong pertumbuhan struktural, tetapi tidak memberikan komitmen awal mengenai keputusan kebijakan moneter berikutnya.
Baca Juga
Emas dan Nikel Jadi Mesin Cuan, Laba Antam (ANTM) Melonjak 46% hingga September 2026
Warsh juga mengungkapkan bahwa dirinya “terlalu trauma akibat krisis keuangan global”. Pernyataan itu menggambarkan pendekatan yang menempatkan pengelolaan risiko sebagai pertimbangan penting dalam pengambilan kebijakan.
Di sisi lain, Warsh menyoroti AI sebagai faktor yang dapat mendorong permintaan dan meningkatkan kepercayaan terhadap penggunaan data dalam kebijakan moneter. Namun, ia belum memberikan panduan yang jelas mengenai dampak teknologi tersebut terhadap pasar tenaga kerja dalam jangka pendek.
Daftar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,335 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,570 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,080 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,595 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,625 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,195 juta
- Emas 25 gram: Rp 62,862 juta
- Emas 50 gram: Rp 125,645 juta
- Emas 100 gram: Rp 251,212 juta
- Emas 250 gram: Rp 627,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,255,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,510,600 miliar.
