Emas Antam (ANTM) Kehilangan Kilau Efek Kekhawatiran Inflasi AS
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Kamis (11/6/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,689 juta atau turun Rp 24.000 dari Rabu (10/6/2026) Rp 2,713 juta per gram setelah eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,395 juta atau turun Rp 92.000 dari sebelumnya Rp 2,487 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang kembali kehilangan kilau pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup turun 3,57% menjadi US$ 4.133,30 per ons, penutupan terendah sejak 24 November 2025. Sementara itu, harga emas spot merosot 4,5% menjadi US$ 4.070,56 per ons.
Baca Juga
Konflik Geopolitik Picu Volatilitas Komoditas, Transaksi Olein dan Emas di JFX Melonjak
Pelaku pasar semula memperkirakan ketegangan geopolitik akan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman. Namun, lonjakan risiko inflasi justru mengubah arah sentimen karena investor semakin yakin bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Garda Revolusi Iran sebelumnya menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas aksi militer Amerika Serikat terhadap target-target Iran di sekitar Selat Hormuz.
Bentrokan terbaru itu menjadi salah satu pertukaran serangan terbesar sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata pada April lalu. Meningkatnya ketegangan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Harga emas batangan tercatat telah turun lebih dari 20% sejak perang yang didukung AS dengan Iran dimulai pada akhir Februari. Konflik berkepanjangan mendorong kenaikan harga minyak dunia yang kemudian memicu kekhawatiran inflasi semakin sulit dikendalikan.
Secara historis, emas memang dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika inflasi memicu kenaikan suku bunga, daya tarik emas cenderung berkurang karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Menurut alat CME FedWatch, para pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember 2026 mencapai 67%.
Baca Juga
Emas Bangkit dari Level Terendah 3 Bulan, Ini Pemicunya
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,394 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,689 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,318 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,952 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,220 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,385 juta
- Emas 25 gram: Rp 66,837 juta
- Emas 50 gram: Rp 131,595 juta
- Emas 100 gram: Rp 263,112 juta
- Emas 250 gram: Rp 657,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,314,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,629,600 miliar.
