Kadin Incar Pasar AS dan Eropa, Dorong Elektronik RI Masuk Rantai Pasok Apple
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pengembangan industri elektronik nasional agar mampu menembus pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah tinggi, mulai dari semikonduktor hingga komponen perangkat elektronik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan, industri elektronik memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak baru ekspor nasional. Menurut dia, Indonesia perlu mengembangkan kapasitas produksi komponen teknologi yang dibutuhkan pasar global.
“Kita berharap yang paling penting adalah mengembangkan elektronik. Karena elektronik ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Kalau kita bisa membuat semikonduktor, kita bisa membuat komponen untuk Apple atau iPhone, komponen-komponen untuk elektronik, kita bisa ekspor ke Amerika,” ujar Erwin dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Erwin menilai penguatan industri elektronik perlu menjadi prioritas agar kontribusinya terhadap ekspor nasional semakin besar. Kadin ingin mendorong pertumbuhan ekspor sektor tersebut hingga mampu mengimbangi nilai ekspor bahan mentah yang selama ini menjadi andalan Indonesia.
Baca Juga
Kadin Bidik Dashboard Rantai Pasok Nasional, Dorong Industri RI Tembus Pasar Global
“Dan ini yang kita harapkan dari Kadin. Di klaster inilah yang kita ingin dorong agar pertumbuhan ekspor elektronik kita itu bisa mengimbangi volume atau nilai daripada ekspor raw material kita,” kata dia.
Dari sisi pasar, Erwin melihat Amerika Serikat dan Eropa sebagai tujuan potensial karena memiliki permintaan besar terhadap produk konsumen. Menurut dia, kebutuhan terhadap produk tersebut terus berulang seiring pergantian model dan perkembangan teknologi setiap tahun, sehingga membuka peluang bagi industri Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.
Kadin juga berharap Indonesia dapat masuk ke dalam rantai pasok perusahaan teknologi global, termasuk Apple. Erwin menyebut Indonesia belum memiliki komponen yang digunakan dalam produk perusahaan tersebut, sehingga pengembangan kemampuan manufaktur dalam negeri menjadi penting untuk merebut peluang itu.
“Kita harapkan ya Indonesia bisa masuk dalam supply chain Apple contohnya, karena kita belum punya komponen yang ada di produk Apple. Dan kita harapkan bisa memproduksi barang-barang yang bisa menyuplai supply chain-nya Apple, dan juga berbagai macam teknologi yang sekarang sedang berkembang termasuk AI,” sebut Erwin.
Selain semikonduktor, Erwin menyoroti peluang ekspor baterai dan peralatan rumah tangga atau household appliances ke pasar Amerika Serikat. Menurutnya, pengembangan produk-produk tersebut dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok teknologi global sekaligus meningkatkan nilai tambah ekspor nasional.
