FIABCI Tawarkan Potensi Investasi IKN US$ 30 Miliar di Kazakhstan
Poin Penting
|
ALMATY, Investortrust.id — Berbicara di hadapan pemodal properti dan perencana kota internasional dalam forum CREW ASIA 2026 di Almaty, Kazakhstan, Kamis (22/10/2026), Presiden Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) Asia-Pasifik periode 2022–2026 Rusmin Rusmin mempresentasikan proyek ibu kota masa depan Indonesia, Nusantara (IKN), sebagai terobosan berani yang mendobrak desain megapolitan konvensional di Asia.
Di sela-sela perhelatan yang berlangsung selama dua hari di Swissôtel Almaty tersebut, Rusmin menekankan bahwa pembangunan IKN merupakan antitesis mendasar dari ekspansi Jakarta yang bertumpu pada kendaraan pribadi. Ia menegaskan, IKN dirancang dari sudut pandang kesejahteraan manusia, bukan sekadar perlombaan gedung pencakar langit dan padatnya lalu lintas kendaraan.
"Nusantara dirancang berpusat pada manusia (human-centered) karena keberhasilannya tidak diukur dari seberapa megah gedung pencakar langitnya, melainkan seberapa dekat jarak tempuh berjalan kaki menuju taman, sekolah, dan akses peluang ekonomi," ujar Rusmin di hadapan para delegasi.
Ia menambahkan, metropolis baru di Kalimantan Timur tersebut memberikan bukti nyata bagi pengelola dana institusional global mengenai tata kelola perkotaan yang berkelanjutan dan berdaya lentur tinggi.
Mengurai Dilema Megapolitan
Selama beberapa dekade, laju ekspansi Jakarta yang sangat padat memaksa jutaan pekerja komuter menempuh perjalanan harian melelahkan hingga empat jam di tengah koridor jalan tol yang terkunci kemacetan. IKN membalik pola tersebut melalui kerangka regulasi tata ruang yang tegas, di mana empat dari delapan prinsip utamanya berfokus langsung pada kualitas hidup warga.
Inti dari strategi ini bersandar pada mandat "Kota 10 Menit". Tata ruang IKN diatur agar 80% kebutuhan harian masyarakat—termasuk fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan, taman publik, hingga perkantoran—dapat dijangkau hanya dalam waktu 10 menit dengan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan massal ramah lingkungan.
Kendaraan berbahan bakar fosil dilarang melintas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Fungsinya digantikan oleh bus listrik nol emisi, Light Rail Transit (LRT), lajur khusus sepeda, dan armada shuttle otonom. Fondasi ini sebelumnya digagas mantan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono guna mewujudkan sebuah kota yang bukan sekadar layak huni (livable), melainkan dicintai warganya (lovable).
Akses Universal dan Kohesi Sosial
Menjawab pertanyaan investor internasional terkait inklusivitas demografis, Rusmin menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 secara eksplisit mengamanatkan pembukaan peluang ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. Aturan ini memastikan IKN tidak akan bermutasi menjadi kawasan eksklusif yang hanya dinikmati oleh aparatur sipil negara dan kalangan elite berkocek tebal.
Protokol integrasi perkotaan turut memprioritaskan asimilasi budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal di wilayah sekitar, seperti Kabupaten Penajam Paser Utara, agar komunitas adat tidak terpinggirkan oleh arus modal yang masuk. Otorita IKN menjalankan program pelatihan vokasi terarah, inkubator kewirausahaan, serta legalisasi kepemilikan tanah warga agar penduduk lokal terserap langsung ke dalam rantai pasok industri modern.
Di sisi lain, cetak biru ekologis mendapat porsi yang setara. Perencana kota menetapkan 75% dari total kawasan seluas 256.142 hektare sebagai area hijau dan badan air abadi. Alih-alih sekadar menata vegetasi sebagai penghias lanskap, IKN memadukan koridor biologis yang merehabilitasi bekas lahan konsesi industri menjadi hutan hujan tropis berkeanekaragaman hayati tinggi, dipadukan dengan infrastruktur tata kelola air berbasis sponge city.
Sistem hidrolik ini berfungsi ganda: membentengi kawasan dari banjir luapan musiman sekaligus menurunkan suhu mikro kawasan sebesar 2°C hingga 3°C dibandingkan kawasan perkotaan yang didominasi hamparan beton.
Infrastruktur Pintar Berkeadilan
Menutup pemaparannya di hadapan manajer investasi Asia Tengah dan global, Rusmin menggarisbawahi bahwa penerapan kota pintar (smart city) di IKN menempatkan kecerdasan buatan (AI), jaringan sensor, dan integrasi data semata-mata sebagai instrumen pendukung kesejahteraan, bukan sekadar komoditas komersial.
Rancangan akademis IKN mengintegrasikan empat dimensi kemanusiaan: kesetaraan akses digital bagi seluruh warga, keterjangkauan fisik fasilitas publik yang ramah disabilitas dan lansia, perlindungan data pribadi yang ketat, serta program literasi digital berkelanjutan bagi populasi pendatang.
Dengan mengawinkan ketahanan iklim, mobilitas pejalan kaki, dan kepastian hukum yang transparan, Rusmin meyakini IKN menghadirkan instrumen aset yang menjanjikan (bankable) dan tahan masa depan (future-proof), sekaligus menempatkan diplomasi perkotaan Indonesia di garis depan kepemimpinan global.
