Konsep Green Forest City IKN Pikat Pengusaha Kazakhstan
JAKARTA, Investortrust.id - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia dan berkuasa penuh untuk Republik Kazakhstan Fadjroel Rachman mengatakan, konsep kota di tengah rimba atau green forest city yang menjadi ikon Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, menarik perhatian sejumlah penguasaha Kazakhstan dan Finlandia.
“Pengusaha Kazakhstan, ingin tahu bagaimana konsep tersebut diwujudkan,” kata Fadjroel Rachman, Sabtu, (3/9/2023)
Selama ini yang lazim adalah hutan di tengah kota. Artinya satu wilayah yang dibuat kembali menjadi hutan, atau dibiarkan tetap sebagai hutan seluas beberapa hektare dari sekian ratus hektare luas kota.
Baca Juga
Investor Swasta Bangun Fasilitas Kesehatan di IKN Bulan Depan
"Sementara di IKN ini 'kan dari luasan 259.000 hektare, itu 65 persen untuk hutan konservasi dan 35 persen saja untuk kota," tambahnya sebagaimana dikutip Antara.
Luas 35% itu berupa bangunan utilitas seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, jalan raya, perumahan, dan fasilitas publik lainnya.
Kemudian, bangunan-bangunan tersebut tidak terkumpul dalam jumlah banyak, melainkan dipisah-pisah lagi oleh hutan dan ruang terbuka hijau.
Baca Juga
Ratusan Mobil Listrik Bakal Hilir-Mudik di KTT ASEAN, Ada BMW, Hyundai, TAM hingga Wuling
Di sisi lain, Kazakshtan sudah berpengalaman 25 tahun dalam membangun dan mengembangkan Astana, kota cerdas yang dikelilingi hutan, ibu kota baru Kazakshtan setelah Almaty.
"Makanya kemarin ketika pihak Otorita IKN datang ke sana, ke Kazakhstan, saya bawa keliling Astana untuk melihat sendiri,” kata Dubes Fadjroel.
Kunjungan tersebut dilangsungkan awal Juli lalu. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan Deputi Transformasi Hijau dan Digital Ali Berawi datang ke Kazakshtan untuk menandatangani nota kesepahaman menjadikan kedua kota sebagai sister city.

